Senin, 09 November 2009

HMNUN3


EPISODE ke tiga...

”Boleh ujian susulan kok Ndri, tapi di rumahnya Pak Tri langsung.” Yuni
****************

Kata-kata si YunJreng itu melegakanku...
”Tadi Pak Tri bilang ndri kalau You boleh ikut ujian susulan di rumah beliau, kapan-kapan, sebisa seluangnya wktu you!”
”Beneran Yun?” Aku
”Iya..., kamu buat janji aja ma Pak Tri, hari ini beliau tergesa-gesa gitu, kayaknya mau ada acara lain dech! Besok datang aja ke rumah beliau.” Okta said
”O, gitu?” Syukurlah, setidaknya satu masalah terpecahkan.
Aku duduk santai sejenak di depan televisi di ruang Surtikanthi itu, sambil kipas-kipas, efek panas perjalananku tadi. Aku melirik jam dinding, udah jam sepuluh seperempat, maksimal jam setengah sebelas aku harus balik lagi ke Rektorat UNDIP. Biar jam sebelas udah sampai di antrian buat interview.
Capek buanget..tapi harus tetap semangat..
Semangat!
Jhi ayo!
Ganbatte!
Fighting!
Huehehehhe
Setelah melewati jalanan berbatu, ber-gronjal-gronjal, sempit, luas, crowded, berasap, panas, akhirnya sampai juga di istana tujuan. REKTORAT UNDIP maksute! Huehehe
Begitu sampai, aku di sambut histeris oleh adik2 kelasku..
Tak tahu itu sambutan senang, haru atau malah kasihan melihat raut wajahku yang panas dingin dan berkeringat..semoga saja tidak bau! Hihihi
Si Lia, sedang di Interview di dalam ruangan, habis itu nanti si Ovi, terus Fira..
Dan aku??
Giliranku ternyata paling terakhir (aku dapat Ruang 2)..dapat nomor urut 22, padahal ruanganku aja... yang lain juga pada antri di ruangnya masing-masing (Seperti yang udah aku bilang, ada tiga ruangan) heheheehe...
Sepuluh menit kemudian Lia ke Luar dengan senyum manisnya..”So Far so Good!” katanya.
Lalu Ovie masuk
Sambil nunggu si Ovie, aku duduk-duduk aja di sofa, melakukan kegiatan penting..apa coba??
Ya betul...
Ngantuk n tidur! Hahahhahaha (sebenarnya nggak sampai tidur, Cuma ngantuk aja kok).hihihi
Sambil separuh sadar (kan ngantuk!), aku mendengar Lia sedang Talking2 dengan anak hukum, namanya Pulung..(atau apa ya? Lupa!)
Kata Pulung kurang lebih begini:
”Wah, di sini udah ada SINGA-SINGAnya lho! Tuh, anak-anak ALSA (Asian Law Student Association!” katanya.
Ah,statement kayak gitu sich nggak bakal mempan buat LIA. Batinku. Lia kan orangnya Confident banget!, kalau untukku, yach, sedikit ngefek, tapi ya... Dibuat easy going aja. Yang jelas kita sama-sama berjuang di sini, sama-sama belum tahu hasilnya. Yang membedakan Cuma satu poin penting, Aku sedang ngantuk berat!!! Sementara yang lain tidak. Hihihihi.....
Tak lama kemudian, aku melihat Lia berjalan ke arah pintu interview, melongokkan kepalanya ke dekat pintu kaca. Ngintip proses interview si Ovie.
”Kok Ovie lama ya teh?” katanya padaku.
“Tenang li, tadi U juga lama kok kayaknya, tapi belum ada sepuluh menit. Hehe, emang begitu, kalau kita di dalam ruangan, semua terasa berjalan begitu cepat, tapi kalau lagi nunggu dag-dig dug di luar, ya begini, satu menit terasa satu jam!” (Lebay-ku kumat).
”O, gitu ya teh? Emang tadi Aku juga lama di dalamnya?” Lia
”Iya, ya..gitu kayaknya lama, tapi sebenarnya belum mpe 10 menit. Hehe.” kataku melek merem saking ngantuknya. Wanna scream ”Don’t talk to me right now girl, I am so sleepy!”
Lia lalu berjalan lagi (mirip setrikaan!) sekarang sudah ngobrol sama Mr S. and talking2 juga. Begitu kembali ke arahku, wajahnya sedikit ragu, “What Happened ya?”
“Teh, teh!!”
“Hmm..?”
“Tahu nggak teh?”
“Nggak!” kataku acuh
“ah, teteh!”
“Apa?”
“Itu, mas S, ternyata udah pernah kuliah di Australia…!”
“So?” aku
“4 tahun teh!”
Aku memandang lia, sebenarnya kaget juga, tapi gara-gara efek ngantukku masih berselimut, jadi aku hanya memasang AFEK DATAR!
“Ya emang gitu li” aku mode on “Kebanyakan yang ikut seleksi ini ya orang-orang yang udah punya banyak pengalaman gitu deh, khususnya studi abroad! Nggak Cuma Mr S, teteh denger malah dah ada yang pernah ke eropa, missal Italia, spanyol, inggris, korea!, ya gitu deh. haha, nggak kayak teteh ini, nggak punya yang bisa dibangga-banggakan seperti yang lain..hehehe”
“ah teteh...hmmm, gitu ya teh?”
“yo’a, Harvard University gitu loh! Sapa yang nggak mau ke sana?? tapi nyantai aja li, nggak ada yang bisa mengalahkan kekuatan doa! So, b’doa aja” Aku, masih dengan gaya Sleepy-ku.

krreeek, (suara pintu dibuka....hehehe)
Ovie keluar ruangan.
Layaknya sasaran tembak, ia langsung diserbu oleh kawanan lia dan vira, hehe, kali ini aku juga ikutan. Hihihi….
“Gimana? Gimana Vie?”
“Wah….aku ditanyain macem2, mbak Indri, tadi yang aku khawatirkan ternyata kejadian. Masa’ aku ditanya politik tentang Setuju nggaknya dengan Menteri Kesehatan yang baru, bu Sri Endang ato sapa itu?”
”Then?” Aku
”Bisa jawab sich mbak, tapi nggak sesuai dengan keinginan interviewer, jadi tadi lumyan debat juga malah..hahahhaa...” Ovie.
”Wah, kalau gitu, aku mau mikir yang gampang-gampang aja ah, biar nti juga ditanya yang gampang-gampang. Hehehehe.” Kata Fira sambil berlenggang masuk ke ruang interview. Ini memang gilirannya.
”Waktu keluar, akhirnya beneran, ternyata dia ditanya tentang HIV AIDS yang memang menurut kami (background kesehatan) bukan masalah yang sulit untuk dijawab, dibandingkan harus menjawab pertanyaan seputar politik. Hufhhh, aku juga bakal angkat tangan kalau ditanya tentang politik.
Setelah itu, mereka bertiga
Lia, Ovie dan Fira, meninggalkanku sendirian...(mereka pulang, coz udah selesai interview) mau nunggu aku, aku kan masih lama, giliranku paling belakang, jadi masih nunggu berjam-jam lagi. Kasihan jika mereka harus menungguku kelamaan. Bisa-bisa menjamur nanti. Hihihi....

tapi kasihan akunya juga, ditinggal sendirian di pojok ruangan, di sebuah kursi tua yang tampak usang, tetap setia dengan ke-ngantuk-anku.

Aku melirik ke pojok jauh di sebelah kiriku, masih banyak gerombolan di sana, aku menoleh ke sebelah kananku, jauh di sana juga lagi ada gerombolan SINGA yang dibilang si P tadi.

Sebenarnya grogi juga, ngantukkkk lagi, pengen segera selesai,

Detik berganti,
jam berlalu
Aku masih siat siut di kursi sendirian...
malas beranjak. Lalu, aku mencoba berkumpul dengan gerombolan di pojok kiriku- dari Kedokteran. Aku dicuekin! hik2..yaudah..aku kembali ke tempatku semula, ngapain coba?? Betull!!!! Tidur lagi aja..hahahhahha



Akhirnya Jam 12...
Masih belum giliranku juga..
lama amat sich..

tak lama kemudian sang interviewer keluar ruangan, "Break " katanya! yah, aku lagi nggak Shalat, sekarang baru giliran ke 11 udah Break! Aku nanti Nomor 22........

bisa2 aku nunggu sampai njamur mpe nti jam 5 sore.hikhikhik
udah mulai putus asa...

Terus, aku break juga akhirnya, (lagi nggak salat)- dengan PD, aku berjalan bergegas, menembus terik matahari yang terasa begitu membakar kulitku. berniat membeli makanan pengganjal perut di Kantin PSIK. Dengan semangat berkobar, aku berlari kecil, meninggalkan motorku di rektorat...
begitu smapai di PSIK< aku baru nyadar!!


"Inikan hari Sabtu Ndri!!! Kantin mana Buka????" Dsar INDRI!!!

Akhirnya, dengan penuh thuing2, dan kepala begitu panas, aku menuju ke Rektorat kembali, menjemput Si Piyo2 dan mengajaknya mencari tempat makan terdekat-sendirian!
aKHIrnya, dapat juga! dan makan dengan lahapnya...persiapan buat menunggu panggilan interview yang tak tahu jam berapa nanti dapatnya...

Setelah perut kenyang-nyam-nyam-nyam

Aku kembali ke rektorat, dengan langkah gontai dan semakin bertambah ngantuk (kenyang Efect)...
Kembali antri menunggu panggilan interview..yang masih begitu lama.


Tapi, duga-tak terduga, Akhirnya aku dapat Sedikit keberuntungan JUGA (Setelah mengantri dengan wajah memelas), akhirnya ada yang mau swicth juga denganku ...

hihihi


To be Continued ke Episode 4 (Last Episode)huwawawaa

Selasa, 03 November 2009

HNMUN2


Sebelum melangkah ke episode berikutnya, perlu saya jelaskan tentang HNMUN dulu yak...
(Jadi, HNMUN (Harvard National Model United Nation) itu adalah program tahunannya Harvard University- buat ngadain acara semacam simulasi Sidang PBB yang berlangsung selama 4 hari di Universitas Harvard. Tahun 2010 nanti, rencananya bulan Februari. Di hadiri oleh kurang lebih 3000 mahasiswa dari berbagai universitas di 150 negara di dunia. Hehehe) Jadi jangan mikir kalau ini seleksi buat diterima di sekolah bergengsi nomor satu di dunia itu..heheheh



Episode 2:
..................
Ruangan itu masih sama seperti kali pertama aku masuk (pas Open recruitmen anggota IO – International Officer-nya UNDIP). Bentuknya mirip ruang sidang KMB-konferensi meja bundar-atau lebih tepatnya-konferensi meja kothak, karena formatnya sebenarnya adalah meja yang disusun membentuk segi empat dengan dikelilingi kursi2 lengkap dengan microfon di depannya. Aduh, susah menjelaskannya. Intinya kami semua mengelilingi meja, tapi dibagian tengahnya kosong....ah, susah njelasinnya. Pokoknya gitu lah.
Tidak lama kemudian,kursi-kursi penuh...wahhhh, baru nyadar kalau ternyata yang mau ikutan seleksi buanyak bener....ada berapa ya, kayaknya lebih dari 50 deh. Aku nggak sempet ngitung.
Beberapa saat kemudian, para interviewer (yang menginterview)nya masuk tuh....
Ada...1,2,3,4,5,6 orang...eh, tak lama kemudian, masuk lagi satu (kata temenku itu dosen Peternakan yang mau diangkat sebagai profesor di Jepang—ckckckck..gila nggak tuh! (nggak kali ya)). tUBUHku semakin panas dingin. Brrrr....Masa’ semuanya mau menginterview?? Apa nggak kebanyakan?? Ah, udah, mikirnya ntar aja. Sekarang waktunya mendengarkan penjelasan dari Pak Nur- Pembantu rektor 4 UNDIP.
Intinya adalah begini:
Yang ikut seleksi adalah IO-IO (International Officer) delegasi fakultas or jurusannya masing-masing
Nanti akan di bagi menjadi tiga kelompok, masing-masing kelompok ngantri diinterview di ruang berbeda, interviwernya masing2 2-3 orang. Hehehe, syukurlah, aku kira 7 orang tadi mau menginterview orang per orang.
Nanti interviewnya satu orang-satu orang, diinterview maksimal 10 menit.
Setelah dideteksi, ternyata yang hadir tidak semuanya IO-ada banyak mahasiswa yang bukan IO tapi mau ikutan seleksi HNMUN, (Pantes aja, banyak bener), sementara itu, beberapa IO, ada yang nggak dateng..karena ujian dan sebagainya. Diputuskan akan ada gelombang ke dua untuk seleksinya. (tahu begini, aku mending ikutan ujian dulu, terus ikut seleksi gelombang dua. Hufhhhh)
Disepakati bahwa siapapun boleh ikut seleksi HNMUN asal memenuhi syarat: (Aku lupa-seingetku aja ya)
a. Mahasiswa yang terdaftar
b. Ikut Wawancara/ interview
c. Kemampuan bahasa Inggris/ fluently in English
d. Pola pikir ilmiah
e. Argumentasi
f. Open / broad minded
g. Self confidence
h. Leadhership
i. Personality
j. Kemampuan Organisasi

Terus ada penjelasan yang panjang kali lebar, tapi aku nggak begitu mendengarkan, coz si Yuni udah SMS (Ndri, ujiannya tinggal 3 orang lagi)- itu artinya, aku harus segera ke Ungaran, padahal waktu untuk ke sana saja menempuh hampir setengah jam perjalanan.
Hufh...akhirnya, 15 menit kemudian penjelasan dari Pak Nur selesai juga. Aku memberanikan diri meminta izin ke para interviewernya untuk izin ujian dulu ke Ungaran, habis itu balik lagi ke Rektorat. Rencananya sich begitu, dan syukur di ACC>hehehhee


Harvard University


Akhirnya aku ngebut ngejar waktu, mengarahkan si Piyo ke Ungaran...
Sampai di Ungaran..pas jam 10, tapi sayang
begitu masuk ke ruangan ...
"Pak tri udah pulang kok ndri!" kata Fa;i

Jreng-jreng-jreng
kepalaku tiba2 pusing, seolah ada batu bata yang menindih (gaya lebay mode on)hihihi

Huwaaaa...hancur2 hatiku..hik222" aku nggak bisa ujian dong???????????hikhikhuik..nilaiku....T_T



To be Continued to 3rd episode..hehehehe

Minggu, 01 November 2009

HNMUN



HARI INI HARI SABTU (31 OKTOBER 2009)

Bingung....

Ada jadwal ujian Keperawatan Gerontik di Panti Wreda Ungaran (20 menit dari kosku-ditempuh dengan sepeda motor..hehe). Terus ada panggilan seleksi juga.. seleksinya nggak maen-maen. Seleksinya beneran lho. Nggak bisa kutinggal juga... ini menentukan sekali target yang pernah aku buat. Setelah lolos jadi IO (international Officer- studentsnya UNDIP) aku akhirnya dapat panggilan juga untuk Seleksi HNMUN (baca: Honeymoon – Harvard National Model United Nation). HNMUN bro!! Udah lama nunggu panggilan interview ini, tapi ternyata pas ada panggilan, malah jadwalnya bentrok/ bareng ma ujianku gerontik, ujian yang menentukan hidup matiku di stase Gerontik. Tak bisa diundur, tapi juga tak bisa diajukan. Hikhikhik…aku lebay yak.^_~
Akhirnya, dengan penuh kebimbangan, aku akhirnya menentukan untuk memilih melepaskan ujian Gerontik-ku. Demi sang Harvard University (walaupun sejatinya aku tahu kalau kesempatanku ke Universitas The Best in the world itu adalah NOL BESAR – kayak telor – siap digoreng, tapi sayang telur yang kugoreng selalu gosong dan asin)- kata orang tua, kalau masakan kita asin, itu berarti kita pengen nikah. Wkwkwkkkwk….
Tahu aja isi hati. (tapi sayang belum ada yang melamar- jadi menunda hasrat menikah—hehheehehe….ntar, kalau ada yang melamar-langsung terima aja apa yak??) Ah, jodoh kan di tangan Allah, so santai saja. Tul nggak?
Pagi ini, setelah nitip surat izin (tulisan tanganku yang menawan – izin biar boleh masuk terlambat di Kep. gerontik-ujian terlambat juga/ oya, coz ujianku per individu, jadi aku udah request ke temenku biar aku dapat giliran paling akhir) kepada si Yuni (baca: Yun Jreng) dia kan partner yang enak banget buat diajak discuss.
Tiba2..Aku sakit perut---ke kamar mandi dua kali… mungkin grogi n takut dengan interview or seleksi yang tinggal nunggu hitungan jam.) tik..tik.tikk
Jam setengah delapan,…
Aku tancap bersama piyo-piyo- sepeda motorku yang imut tapi sayang ebrek-ebrek—tapi bagaimanapun juga, aku sayang sama piyo-piyo. Bahayanya lagi, si piyo yang lemah itu mengangkat bebanku dan si Lia cerewet – coz dia kan nebeng aku. Hehehe.
Jam delapan kurang 25 menit- sampai Rektorat UNDIP Tembalang, aku keingetan belum ngeprint bahan ujianku nanti siang. Di tempat parker rektorat itu, Aku akhirnya memutuskan dengan tekad bulat untuk ngeprint dulu aja. Habis ngeprint, balik lagi ke Rektorat—dengan pertimbangan sbb:
1.belum ada motor yang diparkir di parkiran rektorat UNDIP. Itu artinya belum banyak yang dateng.. baru ada dua motor...sebuah motor baru aja parkir di sebelah kananku. Cowok seumuranku- pakaiannya hitam putih...aku memberi kode ke Lia supaya tanya apakah dia juga mau ikutan interview or nggak. Untung aja si Lia itu sigap..oandai membaca isyaratku..Great!! Good job girl! Dan yang paling penting, apakah ada seragam or costum buat interview..coz pemuda itu pakai hitam putih kayak seragam anak baru masuk univ. Ternyata emang dia mau ikutan interview. So aku lega, meninggalkan Lia tidak dalam keadaan sendirian, setidaknya ada yang diajak mengobrol olehnya sementara aku akan meninggalkannya demi tugasku tercinta. Sementara itu, aku belum tahu apakah memang ada seragam buat interview ato gak? Ah, masa Bodoh!!
2.Aku mencoba kalkulasi: sekarang baru setengah delapan, jadwal interview (katanya) jam delapan, setidaknya lumayan masih ada setengah jam buat ngeprint tugas-sekalian manfaatin waktu- idep-idep (itung-itung) sekalli merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Huehehehe

Pukul delapan kurang sepuluh menit aku sudah balik lagi ke Rektorat
Halaman parkir Rektorat kosong melompong-sepi…ternyata pada parkir di tempat nan jauh di mato. Aku juga ikutan de-parkir di sana- di bawah tangga rektorat…..tapi tempatnya luas kok.hehe..
Habis itu, aku berlari sekuat tenaga, menuju tempat anak-anak berkumpul. baru aja aku duduk di lantai (gara-gara nggak kebagian duduk di kursi). ee..e…ehh… ternyata..eh ternyata, Flashdisku ketinggalan di tempat prin-prin-an, waduh...aku ini memang mirip Nodame! Ceroboh!.. akhirnya aku balik lagi deh ke tempat tadi aku nge-print, sekalian ada yang belum aku print. Padahal jam udah menunjukkan pukul 8 kurang lima menit.
Flashdish ketemu, print tugas udah selesai,
Jam menunjukkan pukul 8 (padahal undangan interview juga jam delapan- and do you know guys??!!! I hate of being late! So,…Ngebuttttttt!!!!!)sampai kepleset and piyo hamper tumbang..hikhikhik..so sad! 
Tapi Akhirnya dengan hamper terjatuh dan mata lumayan ngantuk (nglembur tugas semaleman) aku sampai juga di rektorat Undip. Dan kembali menuju singgasana yang kutinggalkan..(seonggok tas dan sepotong jaket lusuh yang terdampar di lantai rektorat – tapi tadi aku dah nitip ke Lia dkk sich, jadi nggak sah kuatir..lagipula, nggak ada barang berharga di dalam tas. Kalaupun ada, paling hp butut yang ngedropan.) hehehe.
Duduk2 lama…jam udah menunjukkan jam setengah sembilan..
Belum ada tanda2 bahwa interview akan segera dimulai..
Fikiranku masih terpecah dua...di sini dan di sana..(di tempat praktek)..teman2 pasti sedang ujian nich! Oh God! Aku sms si Yuni, aku memintanya untuk menghubungiku begitu teman-teman yang ujian tinggal tiga orang, aku akan berusaha ke sana dulu, sapa tahu nanti boleh izin dari interview, or sapa tahu aku dapat giliran interview duluan? Sapa tahu? ^_^, Yuni hanya membalas kalau pak Tri (dosenku udah datang, ujian juga sudah dimulai) – mahasiswa yang ujian ada 11 orang, masing-masing paling maksimal 20 menit. Kan Cuma evaluasi keberhasilan asuhan keperawatan kepada pasien. Jadi nggak perlu berlama-lama. Hufh...
Aku jadi semakin deg-degan..entah mengapa tiba tiba fikiranku terbang ke Ujian yang tengah berlangsung di Ungaran...hati tak tenang! Brrrr!!!
Akhirnya, jam sembilan kurang seperempat... ada instruksi kepada kami (para peserta interview untuk masuk ke sebuah ruangan – ruangan pertemuan IO).

Senin, 26 Oktober 2009

SEACHANGE





http://youthsays.com/seachange

SEACHANGE

Hy guys...
everybody must be change.
young, old, child, women, men...

Everyone need the others, because we are social human being, so that we have to enlarge our knowledge, networking and of course make some better changes together..

Do you know about YES guys?
YES is stand for youth Engagement Summit. it will be held in Kualalumpur next November, and there are
I will explain you a little bit more.

Source: http://blog.youthsays.com/seachange/2009/09/30/yes2009-the-trip/

How often can you get the co-founder of Twitter, the founder of Live8, a Bollywood star and a plane crash survivor under one roof?

The Youth Engagement Summit 2009 will be held for the first time right here in Malaysia. We’re giving you a chance to join Biz Stone, Sir Bob Geldof, Amitabh Bachchan, Nando Parrado and many more for two amazing days.

On top of that, we’re giving you a free trip – and an experience which may change your life.

DAY 1, Evening – Touchdown @ LCC-T, Sepang
YOUR DESTINATION: MALAYSIA

Kuala Lumpur

You and all the winners from your country will board the plane together… destination? A colorful multi-racial country, snugged comfortably between Thailand and Singapore. From the moment you get off the AirAsia plane, your adventure begins. The sun shines high in the sky and it’s just a little warm, but think about it — you’re representing your country to a historic event!

YOUR HOTEL

Hotel entrance

You’ll be checked into a hotel right in the heart of Kuala Lumpur (or how we locals like to call it ‘KL’). You’ll be joining the rest of the winners, too! 500 Youths from around Southeast Asia, representing their countries!

Mingle with them. Make friends. They want to make a change in their personal lives, their communities, and their country. Who knows where the new friendships may lead?

DAY 1, Night – Kuala Lumpur
YOUR DINNER: ANYTHING, EVERYTHING

3616711210_79c4b263a6_m 453611477_e5fc625a41_m 453597558_20821dae4d_m 224086775_a9829c98b8_m

You and your new group of friends will be picking where you eat. We’ll walk you through Chinatown so you can handpick your dinner according to your tastebuds!

DAY 2, Morning – YES2009, Day 1
YOUTH ENGAGEMENT SUMMIT 2009 – DAY ONE

1286933546_41b55bf041

After a Malaysian breakfast, a bus will take your troupe to the Youth Engagement Summit at Putrajaya International Convention Center.

biz geldof 68447_resized_mamphela_ramphele1_05-09duane amitabh-bachchan

On the first day of the summit, Biz Stone (the co-founder of Twitter), Sir Bob Geldof (Founder of Live8), Dr. Mamphela Ramphele (Former MD of World Bank and Vice Chancellor of Cape Town University) and Amitabh Bachchan (Bollywood icon) will be rocking the stage, making it an exciting opening first day for the 2-day summit.

DAY 2, Night – The sun may set, but the night lives on…
THE NIGHTLIFE

Solaris

The day doesn’t end when the summit ends for the day. KL houses the best night spots in Malaysia — good food and good company. Explore the city with your new friends. From chill-out lounges to live performances, if you still have energy left, hit the hawker stalls for another meal ~ the best supper of your life.

Our guides will be there to bring you out, and assure you’ll have a blast.

DAY 3, Morning – YES2009, Day 2
YOUTH ENGAGEMENT SUMMIT – DAY TWO

garry_kimovich_kasparov_280360 randi-zuckerberg Fernandes-Tony nando-parrado

Garry Kasparov (World Chess Champion), Randi Zuckerberg (Marketing Director of Facebook), Tony Fernandes (AirAsia CEO) and Nando Parrado (Andes crash survivor) will be seeing you on the second day of the summit. It’s definitely going to end with a bang.

DAY 3, Evening – More of the city
Before packing up to leave in the morning, you’ll have one more night to spend with your new friends — more sightseeing, taste more food and time to soak in all that has happened, and plan your next adventure with the country representatives you’re now intimate with.

“WHAT DO I GET FROM THIS TRIP?”
By the end of the trip, you’ve already been exposed to the many cultures and lifestyle Malaysia has to offer, and of course, met the most amazing bunch of people — and we’re not referring to just the speakers in the summit :)

You’ll be excited, inspired and maybe even cry a little.

HOW TO WIN

We’re giving 500 Southeast Asian youths an opportunity to be inspired, meet people and experience Malaysia in all its glory. Why are you still there reading this? Head over to http://youthsays.com/seachange for the next step!

let's participate in it and Feel the Joy, meet some friends from different countries...
OK


Click on:


http://youthsays.com/seachange




Sabtu, 12 September 2009

IELSPREOPENED

INDONESIA ENGLISH LANGUAGE STUDY PROGRAM (IELSP)





“Frequently Asked Questions”




Apakah IELSP itu?



Indonesia English Language Study Program adalah program beasiswa yang menawarkan kesempatan untuk mengikuti kursus Bahasa Inggris di universitas-universitas di Amerika Serikat selama 8 (delapan) minggu.



Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris peserta, khususnya dalam English for Academic Purposes. Selain itu, peserta akan memiliki kesempatan untuk mempelajari secara langsung kebudayaan dan masyarakat Amerika Serikat karena peserta akan mengikuti program immersion dalam kelas internasional dimana mereka akan bergabung dengan peserta lain dari berbagai bangsa dan negara. Dalam program ini, peserta tidak hanya akan belajar Bahasa Inggris, namun juga akan mengikuti berbagai program kultural yang akan memberikan pengalaman yang sangat berharga.




Siapa yang berhak mendaftar?



IELSP terbuka untuk mereka yang berumur 19 – 24 tahun dan masih aktif sebagai mahasiswa S1 minimal tahun ketiga (semester 5 keatas) di perguruan tinggi mana pun di Indonesia dari berbagai jurusan. Pendaftar juga harus memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik yang ditunjukkan dengan nilai TOEFL® baik International TOEFL® atau TOEFL® ITP minimal 450. Peserta terpilih juga harus bersedia untuk meninggalkan kuliah di tanah air selama 8 minggu karena akan mengikuti kursus intensif di Amerika Serikat selama waktu tersebut.




Apa saja persyaratannya?



- berumur 19 – 24 tahun, dan

- aktif sebagai mahasiswa S1 minimal tahun ketiga (semester 5 keatas) di perguruan tinggi manapun di seluruh Indonesia (BELUM DINYATAKAN LULUS/MENEMPUH SIDANG KELULUSAN)

- memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik yang ditunjukkan dengan nilai TOEFL® baik International TOEFL® atau TOEFL® ITP minimal 450 (bukan Prediction Test)

- memiliki prestasi akademik yang baik

- aktif dalam berbagai kegiatan atau organisasi

- memiliki komitmen penuh untuk segera kembali ke tanah air segera setelah program ini selesai

- tidak memiliki pengalaman belajar di Amerika Serikat atau negara lain selain Indonesia

- memiliki sifat-sifat: aktif, mandiri, bertanggung jawab, percaya diri dan berpikiran luas.

- Menguasai komputer




Bagaimana cara mendaftar?



Untuk mendaftar, dapat mengambil formulir di kantor Indonesian International Education Foundation (IIEF), Menara Imperium Lt. 28 Suite B, Jl. HR Rasuna Said Kav 1, Jakarta 12980. Formulir juga dapat di-download dari website IIEF di www.iief.or.id. Formulir boleh di fotokopi.




Dokumen apa saja yang harus disertakan dalam formulir pendaftaran?



Pendaftar harus melampirkan dokumen-dokumen berikut dalam formulir pendaftaran yang telah dilengkapi:



- 1 (satu) buah pasfoto berwarna ukuran 4x6

- 1 (satu) buah fotokopi Kartu Identitas (KTP)

- 1 (satu) buah surat keterangan resmi dari universitas bahwa yang bersangkutan masih aktif terdaftar di universitas tersebut

- transkrip nilai dari semester 1

- 1 (satu) buah fotokopi Ijazah SMA (tidak perlu diterjemahkan)

- 1 (satu) buah fotokopi Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) SMA (tidak perlu diterjemahkan)

- 1 (satu) buah Surat Referensi dari dosen di universitas – menggunakan form khusus yang terlampir dalam Formulir Pendaftaran. Form Referensi yang telah dilengkapi harap dimasukkan kedalam amplop tertutup dan disertakan bersama Formulir Pendaftaran yang telah dilengkapi. Surat Referensi dari Dosen Matakuliah Bahasa Inggris lebih baik.

- 1 (satu) buah fotokopi nilai TOEFL® (International TOEFL® atau TOEFL® ITP)




Formulir ditujukan ke mana?



Formulir yang telah dilengkapi dan disertai oleh dokumen persyaratan dialamatkan ke:



IELSP

Indonesian International Education Foundation (IIEF)

Menara Imperium Lt. 28 Suite B

Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Kuningan

Jakarta 12980

(harap menuliskan IELSP di sudut kiri atas amplop)




Kapan batas waktu pendaftaran?



Untuk Gelombang VII, formulir yang telah dilengkapi dan disertai oleh dokumen persyaratan harus diterima oleh IIEF paling lambat tanggal 12 November 2009.




Apakah saya harus sudah memiliki paspor dan visa Amerika Serikat sebelum mendaftar?



Seseorang tidak perlu sudah memiliki paspor dan visa Amerika Serikat untuk bisa mendaftar. Jika terpilih, peserta akan diberikan waktu untuk mengurus paspor. Visa Amerika Serikat akan diurus oleh IIEF sebelum keberangkatan. Perhatian: Penerima beasiswa dijadualkan untuk berangkat ke Amerika Serikat pada bulan Mei/Juni 2010. (catatan: keputusan hasil seleksi tidak dapat diganggu gugat)




Apakah ada biaya tertentu yang harus saya bayar dalam program beasiswa ini?

Program ini merupakan beasiswa penuh, dan peserta tidak dipungut biaya apapun. Penerima beasiswa akan ditanggung seluruh biaya kecuali biaya pembuatan paspor.


Kemana saya harus bertanya untuk mendapatkan informasi?

Untuk informasi dapat menghubungi:





Indonesian International Education Foundation (IIEF)

Menara Imperium Lt. 28 Suite B

Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Kuningan Jakarta 12980

Telp: 021 – 831 7330,Fax: 021 – 831 7331 (pada jam kerja)

Email: scholarship@iief.or.id







Rathma Inna Soma
Program Assistant
Menara Imperium 28 Fl. Suite B
Metropolitan Kuningan Superblok Kav.1
Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta
12980
Indonesia
email: rathma.inna@iief.or.id