HMNUN3


EPISODE ke tiga...

”Boleh ujian susulan kok Ndri, tapi di rumahnya Pak Tri langsung.” Yuni
****************

Kata-kata si YunJreng itu melegakanku...
”Tadi Pak Tri bilang ndri kalau You boleh ikut ujian susulan di rumah beliau, kapan-kapan, sebisa seluangnya wktu you!”
”Beneran Yun?” Aku
”Iya..., kamu buat janji aja ma Pak Tri, hari ini beliau tergesa-gesa gitu, kayaknya mau ada acara lain dech! Besok datang aja ke rumah beliau.” Okta said
”O, gitu?” Syukurlah, setidaknya satu masalah terpecahkan.
Aku duduk santai sejenak di depan televisi di ruang Surtikanthi itu, sambil kipas-kipas, efek panas perjalananku tadi. Aku melirik jam dinding, udah jam sepuluh seperempat, maksimal jam setengah sebelas aku harus balik lagi ke Rektorat UNDIP. Biar jam sebelas udah sampai di antrian buat interview.
Capek buanget..tapi harus tetap semangat..
Semangat!
Jhi ayo!
Ganbatte!
Fighting!
Huehehehhe
Setelah melewati jalanan berbatu, ber-gronjal-gronjal, sempit, luas, crowded, berasap, panas, akhirnya sampai juga di istana tujuan. REKTORAT UNDIP maksute! Huehehe
Begitu sampai, aku di sambut histeris oleh adik2 kelasku..
Tak tahu itu sambutan senang, haru atau malah kasihan melihat raut wajahku yang panas dingin dan berkeringat..semoga saja tidak bau! Hihihi
Si Lia, sedang di Interview di dalam ruangan, habis itu nanti si Ovi, terus Fira..
Dan aku??
Giliranku ternyata paling terakhir (aku dapat Ruang 2)..dapat nomor urut 22, padahal ruanganku aja... yang lain juga pada antri di ruangnya masing-masing (Seperti yang udah aku bilang, ada tiga ruangan) heheheehe...
Sepuluh menit kemudian Lia ke Luar dengan senyum manisnya..”So Far so Good!” katanya.
Lalu Ovie masuk
Sambil nunggu si Ovie, aku duduk-duduk aja di sofa, melakukan kegiatan penting..apa coba??
Ya betul...
Ngantuk n tidur! Hahahhahaha (sebenarnya nggak sampai tidur, Cuma ngantuk aja kok).hihihi
Sambil separuh sadar (kan ngantuk!), aku mendengar Lia sedang Talking2 dengan anak hukum, namanya Pulung..(atau apa ya? Lupa!)
Kata Pulung kurang lebih begini:
”Wah, di sini udah ada SINGA-SINGAnya lho! Tuh, anak-anak ALSA (Asian Law Student Association!” katanya.
Ah,statement kayak gitu sich nggak bakal mempan buat LIA. Batinku. Lia kan orangnya Confident banget!, kalau untukku, yach, sedikit ngefek, tapi ya... Dibuat easy going aja. Yang jelas kita sama-sama berjuang di sini, sama-sama belum tahu hasilnya. Yang membedakan Cuma satu poin penting, Aku sedang ngantuk berat!!! Sementara yang lain tidak. Hihihihi.....
Tak lama kemudian, aku melihat Lia berjalan ke arah pintu interview, melongokkan kepalanya ke dekat pintu kaca. Ngintip proses interview si Ovie.
”Kok Ovie lama ya teh?” katanya padaku.
“Tenang li, tadi U juga lama kok kayaknya, tapi belum ada sepuluh menit. Hehe, emang begitu, kalau kita di dalam ruangan, semua terasa berjalan begitu cepat, tapi kalau lagi nunggu dag-dig dug di luar, ya begini, satu menit terasa satu jam!” (Lebay-ku kumat).
”O, gitu ya teh? Emang tadi Aku juga lama di dalamnya?” Lia
”Iya, ya..gitu kayaknya lama, tapi sebenarnya belum mpe 10 menit. Hehe.” kataku melek merem saking ngantuknya. Wanna scream ”Don’t talk to me right now girl, I am so sleepy!”
Lia lalu berjalan lagi (mirip setrikaan!) sekarang sudah ngobrol sama Mr S. and talking2 juga. Begitu kembali ke arahku, wajahnya sedikit ragu, “What Happened ya?”
“Teh, teh!!”
“Hmm..?”
“Tahu nggak teh?”
“Nggak!” kataku acuh
“ah, teteh!”
“Apa?”
“Itu, mas S, ternyata udah pernah kuliah di Australia…!”
“So?” aku
“4 tahun teh!”
Aku memandang lia, sebenarnya kaget juga, tapi gara-gara efek ngantukku masih berselimut, jadi aku hanya memasang AFEK DATAR!
“Ya emang gitu li” aku mode on “Kebanyakan yang ikut seleksi ini ya orang-orang yang udah punya banyak pengalaman gitu deh, khususnya studi abroad! Nggak Cuma Mr S, teteh denger malah dah ada yang pernah ke eropa, missal Italia, spanyol, inggris, korea!, ya gitu deh. haha, nggak kayak teteh ini, nggak punya yang bisa dibangga-banggakan seperti yang lain..hehehe”
“ah teteh...hmmm, gitu ya teh?”
“yo’a, Harvard University gitu loh! Sapa yang nggak mau ke sana?? tapi nyantai aja li, nggak ada yang bisa mengalahkan kekuatan doa! So, b’doa aja” Aku, masih dengan gaya Sleepy-ku.

krreeek, (suara pintu dibuka....hehehe)
Ovie keluar ruangan.
Layaknya sasaran tembak, ia langsung diserbu oleh kawanan lia dan vira, hehe, kali ini aku juga ikutan. Hihihi….
“Gimana? Gimana Vie?”
“Wah….aku ditanyain macem2, mbak Indri, tadi yang aku khawatirkan ternyata kejadian. Masa’ aku ditanya politik tentang Setuju nggaknya dengan Menteri Kesehatan yang baru, bu Sri Endang ato sapa itu?”
”Then?” Aku
”Bisa jawab sich mbak, tapi nggak sesuai dengan keinginan interviewer, jadi tadi lumyan debat juga malah..hahahhaa...” Ovie.
”Wah, kalau gitu, aku mau mikir yang gampang-gampang aja ah, biar nti juga ditanya yang gampang-gampang. Hehehehe.” Kata Fira sambil berlenggang masuk ke ruang interview. Ini memang gilirannya.
”Waktu keluar, akhirnya beneran, ternyata dia ditanya tentang HIV AIDS yang memang menurut kami (background kesehatan) bukan masalah yang sulit untuk dijawab, dibandingkan harus menjawab pertanyaan seputar politik. Hufhhh, aku juga bakal angkat tangan kalau ditanya tentang politik.
Setelah itu, mereka bertiga
Lia, Ovie dan Fira, meninggalkanku sendirian...(mereka pulang, coz udah selesai interview) mau nunggu aku, aku kan masih lama, giliranku paling belakang, jadi masih nunggu berjam-jam lagi. Kasihan jika mereka harus menungguku kelamaan. Bisa-bisa menjamur nanti. Hihihi....

tapi kasihan akunya juga, ditinggal sendirian di pojok ruangan, di sebuah kursi tua yang tampak usang, tetap setia dengan ke-ngantuk-anku.

Aku melirik ke pojok jauh di sebelah kiriku, masih banyak gerombolan di sana, aku menoleh ke sebelah kananku, jauh di sana juga lagi ada gerombolan SINGA yang dibilang si P tadi.

Sebenarnya grogi juga, ngantukkkk lagi, pengen segera selesai,

Detik berganti,
jam berlalu
Aku masih siat siut di kursi sendirian...
malas beranjak. Lalu, aku mencoba berkumpul dengan gerombolan di pojok kiriku- dari Kedokteran. Aku dicuekin! hik2..yaudah..aku kembali ke tempatku semula, ngapain coba?? Betull!!!! Tidur lagi aja..hahahhahha



Akhirnya Jam 12...
Masih belum giliranku juga..
lama amat sich..

tak lama kemudian sang interviewer keluar ruangan, "Break " katanya! yah, aku lagi nggak Shalat, sekarang baru giliran ke 11 udah Break! Aku nanti Nomor 22........

bisa2 aku nunggu sampai njamur mpe nti jam 5 sore.hikhikhik
udah mulai putus asa...

Terus, aku break juga akhirnya, (lagi nggak salat)- dengan PD, aku berjalan bergegas, menembus terik matahari yang terasa begitu membakar kulitku. berniat membeli makanan pengganjal perut di Kantin PSIK. Dengan semangat berkobar, aku berlari kecil, meninggalkan motorku di rektorat...
begitu smapai di PSIK< aku baru nyadar!!


"Inikan hari Sabtu Ndri!!! Kantin mana Buka????" Dsar INDRI!!!

Akhirnya, dengan penuh thuing2, dan kepala begitu panas, aku menuju ke Rektorat kembali, menjemput Si Piyo2 dan mengajaknya mencari tempat makan terdekat-sendirian!
aKHIrnya, dapat juga! dan makan dengan lahapnya...persiapan buat menunggu panggilan interview yang tak tahu jam berapa nanti dapatnya...

Setelah perut kenyang-nyam-nyam-nyam

Aku kembali ke rektorat, dengan langkah gontai dan semakin bertambah ngantuk (kenyang Efect)...
Kembali antri menunggu panggilan interview..yang masih begitu lama.


Tapi, duga-tak terduga, Akhirnya aku dapat Sedikit keberuntungan JUGA (Setelah mengantri dengan wajah memelas), akhirnya ada yang mau swicth juga denganku ...

hihihi


To be Continued ke Episode 4 (Last Episode)huwawawaa

Komentar

  1. Hmmm........
    Izin nyimak dulu
    Kunjungi juga blog saia yang lainnya di http://rizaherbal.wordpress.com/

    BalasHapus

Posting Komentar

silakan Berkomentar

Postingan populer dari blog ini

JANJI ALLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG TIDAK BERIMAN

PROSES PEMBUATAN TEMPE AL-AMAN (COCOK UNTUK NEGARA 4 MUSIM).

MINYAK KAPAK - TRADISI KELUARGA..TAPI BUKAN DI DALAM BUS