PROSES PEMBUATAN TEMPE AL-AMAN (COCOK UNTUK NEGARA 4 MUSIM).


Bismillahirrahmanirrohim

Baiklah,

Karena begitu tingginya request baik dari teman-teman di Adelaide maupun di State lain lirik teman-teman di Canberra, NSW, dll (Bu Aidha, Mbak Yessi, Mbak Ika, Mbak Naning, Mbak Mega, Mbak Meida, Mbak Ika). Maka, dengan ini, …
Tereretrerett….
Proses pembuatan tempe akan di share.
Sebenarnya, dulu di semester awal, saya pernah membuat tempe.. waktu itu karena saya kangen dengan produksi tempe Ibu saya, kebetulan beliau bisnis tempe di Desa kami, dan rasanya terkenal tidak pahit dan enak. Ditambah lagi, walaupun saya anak seorang penjual tempe, dan setiap hari makan tempe, tapi tidak tahu kenapa saya tidak merasa bosan. Bahkan selalu merasa rindu jika sehari saja ndak ada tempe goreng. Jadi, akhirnya jadilah tempe menjadi makanan favorit saya selain Nasi pecel. J
Sayangnya, setiap kali saya membuat tempe, saya selalu gagal, kalau tidak salah, sudah tiga kali waktu itu saya membuat tempe, tapi ternyata gagal mulu. Rhizopus sudah mulai keluar memutih saat saya buat si tempe, tapi ndak bisa mengembang lebih lanjut. Akhirnya baulah menyengat. Dan rasa kurang enak… Beda jauh ama tempe Ibu saya.
Well,
Berhubung sempat cuti setahun karena proses menikah dengan ayank AMAN dan akhirnya juga punya si kecil si cantik AMAN (her lastname). Maka, saya sempatkan diskusi ama Ibu saya, beberapa poin saya dapat dari beliau. sekembali saya ke Adelaide, saya akhirnya memberanikan diri membuat tempe dengan bekal dari Ibu plus baca referensi dari sumber lain biar lebih ilmiah..hehehehe.
Tapi,
Proses pembuatan tempe saya sempat gagal sekali.. saat itu, hati rasanya teriris. Why? What should I do then? Karena sempat gagal sekali, ada rasa penasaran dan ingin tahu yang besar.
Akhirnya, selain sibuk dengan thesis dan tugas yang mulai menyapa, saya memberanikan diri juga menambah tugas untuk pribadi yaitu PR belajar membuat tempe yang enak.
Berdasarkan sumber dari Ibu plus dari website ummu fatima, maka, saya membuat lagi tempe. Dan memberi nama AL-AMAN TEMPEH (Sesuai nama belakang suami dan si shalehah kecil )
Berikut Proses pembuatan tempeh AL AMAN by Ummu Jaseena (saya).
  1. Mulailah dengan Bismillah, biar berkah dalam proses pembuatan tempe
  2. Siapkan bahan terdiri dari Kedelai, Ragi tempe (Saya pakai raprima) dan Air, plastik yang sudah dilubangi dengan tusuk gigi atau sejenisnya. Alat lain: Dandang, Wajan Teflon dan Pengaduk.
  3. Cuci kedelai (200 gram- standar jadi dua tempe dengan ukuran plastik ziplock 15x9 bisa didapat di Coles Australia- kalau di Australia), bilas dan rendam air. Biarkan hingga 12 jam atau hingga kedelai yang tadinya keras menjadi mengembang. Sambil sesekali di lihat, kalau air kurang, tambah lagi air. Yang jelas, si kedelai jangan sampai kering. Harus terendam. Iirnya 3 kali jumlah kedelai lah kira2. Biasanya saya rendam malam hari sebelum saya tidur, pagi hari sudah mengembang penuh.
  4. Setelah mengembang penuh, segera buang air dan cuci kedelai (proses pembuatan tempe sering sekali mencuci kedelai biar bersih).
  5. Setelah dicuci, beri air lagi dan rebus kedelai. Kuncinya, merebus tidak hanya sampai mendidih, tapi sampai kedelai empuk. Bisa dicicip ambil satu kedelai dan di makan, jika masih kriuk-kriuk, biarkan terus mendidih. Nah, saat proses perebusan ini, biasanya ada gelembung-gelembung busa atau kulit kedelai yang menyembul ke atas, kalau ada demikian, tidak perlu kuatir, di ambil aja pakai pengaduk atau alat sejenisnya, buang ke tempat sampah.
  6. Setelah kedelai dirasa empuk. Matikan kompor. Angkat dan biarkan tertutup. Biarkan air dan kedelai yg masih panas itu agak dingin dulu.
  7. Setelah agak dingin, saring kedelai, buang airnya. Nah saat ini adalah saat dimana si kedelai mau di plocoti. Caranya: taruh kedelai yang sudah di tiriskan tadi di wadah tertentu, abis itu tangan kita meremas-remas kedelai. Tenang saja, remas yang kuat, kedelai tidak akan hancur lembut, Cuma patah-patah, dan itu malah bagus.
  8. Setelah kedelai di pelocoti dan kulitnya banyak yang terkelupas, ambil kulitnya dengan cara sebagai berikut: Isi penuh wadah yang sudah ada kedelai terplocoti (bisa panci atau yang lain), isi penuh dengan air, nanti kulit kedelai akan otomatis mengambang, nah tinggal dibuang. Diusahakan sebanyak mungkin membuang kulit kedelai, karena kulit kedelai sifatnya basah dan akan mengganggu proses peragian. Tetapi jangan kuatir, ada cara untuk mengatasi ini di poin selanjutnya nanti.
  9. Setelah dipelocoti, cuci lagi kedelai, dan REBUS kembali (PEREBUSAN dua kali).
  10. Setelah mendidih, tiriskan kedelai dari airnya. Biarkan beberapa saat.
  11. Nah, proses di step ini adalah yang penting, Kita kan tadi sudah menyiapkan teflon (harus bersih, jangan kena minyak), gongso kedelai yang sudah kita tiriskan tadi, di sini untuk mensiasati agar si kedelai tidak basah saat di beri ragi. (Just in case ada kulit terkelupas yang belum terbuang dan masih berair, akan kering dengan di gongso. Jika musim panas, tidak digongso asal dianginkan atau dijemur sebentar juga bisa, saya sudah mencoba mengganti teflon dengan menjemur sebentar kedelai, insyaAllah jadi. J
  12. Setelah digongso. Tiriskan kedelai di kain agar jika masih ada sedikit air yang tersisa, bisa tetap terserap.
  13. Setelah dingin, beri ragi dan aduk (ukurannya per 200 gram kedelai 2/5 gram. Atau jika tidak ada pengukur, pakai aja dua jumput (dengan dua jari) ragi. Memang sedikit, dan itu sudah cukup. Jika kebanyakan, tempe jadi, tapi gampang item, tapi tetap enak J. Kalau kesedikitan, tempe susah jadi. Intinya sih 1 sendok ragi raprima untuk 10 kilogram kedelai. Jadi bisa dibagi sendiri ukurannya kalau menggunakan sendok.
  14. Setelah itu wadahi tempe dengan plastik yang sudah dilubangi rata dengan jarak satu lubang ke yang lainnya sekitar 1,5 cm.
  15. Setelah dibungkus dengan plastik. Letakkan tempe di tempat tertentu, bisa meja atau kardus (jangan terlalu rapat menutupnya). Jika di meja, tutup dengan kain selama 12 jam atau jika belum 12 jam sudah keluar keringat, segera buka dan biarkan si tempe melakukan kreasi secara pribadi. Jangan diapa-apain si tempe sampai dua hari. Lebih bagus lagi tempe kalau di jajar di rak yang berlubang agar ada sirkulasi udara.
  16. Setelah dua hari lihat si tempe, jika sudah memutih, sudah bisa dimasak, jika kepingin lebih putih (biasanya untuk mendoan) biarkan lagi sehari.
  17. Setelah itu bisa disimpan di kulkas atau freezer untuk stock sewaktu-waktu ingin buat mendoan atau lainnya.
  18. Jika tempe berhasil memutih. Ucapkan Alhamdulillah. J rasa tempe isnyaAllah enak, apalagi kalau dibuat sendiri dan berhasil. Rasanya MasyaAllah. Enaknyaaaa :)
  19. Jangan lupa share ilmu ke yang lain, biar kalau yang bersangkutan buat tempe, kita kebagian pahalanya. Hehehehe J

 
 
Sekian resep pembuatan tempe AL-AMAN, insyaAllah bisa diterapkan di musim dingin sekalipun, dan semoga berhasil ya. Semangat membuat tempe ya…

Cc: Teman-teman annisa yang pesan tempe banyak bangett sampai kualahan..dan akhirnya dibagi jadi dua sesi. Minggu ini dan minggu besok. Btw.. InsyaAllah nanti saya tetep bawa mendoan 
Request dari teman-teman. Semoga Berkah. AMinnn


gbr: Sebagian tempe pesanan


Komentar

  1. Smga sukses yaaa Ndri usahanya, kakkoiiiii...^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tengkyu Brinaa... masih d negeri sakurakah say? Kapan balik indo nich? Betah bener di sana :)

      Hapus
    2. Mbak Sri produksi tempeh di Australia? Joss tenan.....

      Hapus
    3. Mbak Sri produksi tempeh di Australia? Joss tenan.....

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    5. Makasih artikelnya, Mbak. Barokallah ...

      Saya pernah bikin tempe musim panas, cuma sehari sudah penuh jamurnya, habis itu busuk (karena berkeringaaaaaaaat terus). Jadi rada trauma kalau buat tempe pas musim panas. :(

      Hapus

Posting Komentar

silakan Berkomentar

Pos populer dari blog ini

JEJAK LANGKAH KAKI LELAKIKU

MINYAK KAPAK - TRADISI KELUARGA..TAPI BUKAN DI DALAM BUS