KANDANG AYAM OM BAGUS OR OM BUDI OR OM BIMBIM (semua nama samaran) hehe

Suatu pagi di sebuah jeda setahun lalu di Ibu pertiwi.

"Mau ke mana?" tanya Bapak mertua kepada kami yang sudah siap berangkat dengan motor.
"Mau jalan-jalan pagi pak, kan seger... mau ajak dedek lihat suasana pagi di sekitar sawah."
"Kenapa ndak pakai mobil? Kasihan Jaseena kena angin nanti." kata bapak, kuatir. Beliau sayang banget dengan putri kecil kami. "Nanti kalau ada hujan gimana? kalian sampai siang ndak? kepanasan lho!" tambahnya sambil masih melihat Seena.
"Cuma bentar pak, cuma mau jalan-jalan pagi.. ndak papa. tu, dedek aja senyum-senyum" kata suami
"Yaudah.. beneran cepet pulang, jangan lupa bawa HP."

Akhirnya, motor kami melaju perlahan, menikmati buaian angin pagi yang sejuk menyapa. Hidungku dipenuhi oksigen alami luar biasa.
"pelan-pelan abi.." dedek biar nyaman. kataku
"Oke." Abi Seena
Matahari mulai terbangun, matanya yang memancarkan terik pagi yang hangat, membuat kulit terasa bercahaya oleh silaunya. Mengantarkan si kecil kami, Seena yang tertidur di tengah nikmatnya suasana pagi di atas motor.
"Dedek bobok.." kataku pada Abi Seena.
"Hehe.. anak shalehah" kata abinya.
"Umi, kita belum sempat ke mas Bagus nih, yuk ke sana."
"Sekarang abi?"
"iya"
"umi pakai baju begini?"
"Emang kenapa?"
"Dia kan businessman terkenal. masak begini ke sana" tambahku.
"Inget kata mas Yanto kemaren waktu kita minta alamat mas Bagus ke beliau?"
"Mas Bagus orang yang pembawaanya sederhana, ramah,  rendah hati." kataku sambil mengingat.
"pekerja keras... dan yang paling penting... beliau selalu mau diajak bertukar fikiran. saatnya kita belajar dari orang seperti beliau. Ingat kan kemaren waktu mas Yanto bilang kalau dia sempat mengira beliau itu pekerjanya mas Bagus... padahal beliau itu bosnya."
"iya.. inget.. masak sampai segitunya sih ya" kataku. "Oke.. yang penting kitanya sopan ya" tambahku.
"iya ..betul"
"Oke.. boleh deh abi..ke sana... "

Akhirnya, motor kami menuju rumah mas Bagus yang ada di desa sebelah. Pemandangan hijau hamparan sawah menemani perjalanan kami. Benar kata mas Yanto kemaren, dari jauh kami sudah bisa melihat kandang ayam mas Bagus ...karena kandangnya yang besar seolah menjadi tugu penyambut sia[apun yang masuk rumah beliau.
Tidak selit menemukan rumah mas Bagus. Setiap orang sudah tahu beliau. benar saja, begitu kami tanya ke salah satu rumah penduduk, dengan jelas sekali ia menjabarkan.

Motor kami parkir di sebuah rumah bertingkat yang halamanya luas, tapi tidak ada sekat tembok dengan rumah-rumah sekitar rumah mas Bagus. tidak ada sekat tembok yang membatasi dengan rumah-rumah sederhana penduduk di sekitarnya. Di sebelah rumah mas Bagus ada sebuah gedung perusahaan kuningan... banyak sekali pekerjanya. itu juga milik mas Bagus. Banyak juga mahasiswa yang kerja praktek di sana.

Kami memberanikan diri mengetok rumah mas bagus, seorang perempuan tengah baya dengan senyum terkembang menyambut kami, itu ibu mertua mas Bagus... beliau mempersilakan kami duduk. kata beliau, mas bagus masih survei di kandang ayam yang di desa lain... sudah dalam perjalanan,s ebentar lagi sampai. Kami teringat pula kalau mas Bagus punya usaha kandang ayam yang di desa lain juga.

Saat kami sedang asyik ngobrol, seorang laki laki masuk, tingginya sekitar 160 cm, berat badannya standar... wajahnya biasa.. hanya tersenyum.. masih muda, wajahnya seperti anak lulus SMA.
kami mengira itu pekerja kuningan di sebelah yang datang ... ternyata itulah mas Bagus. Kami hampir-hampir tidak percaya, ternyata benar yang disampaikan mas Yanto. penampilan beliau sungguh sederhana.
Padahal, satu kandang ayam yang dibangun beliau saja harganya 1,3 Miliar... belum perusahaan yang lain. (info dari Mas yanto, sama-sama bisnisman.)
Akhirnya kami ngobrol, cara beliau emnyambut kami sangat sopan, selalu menghargai orang lain. itu yang aku tangkap dari cara beliau.
suami akhirnya bertanya tentang bisnis ayam seperti yangs sedang beliau garap di beberapa tempat.
setelah itu beliau menjelaskan dengand etail. dan mengajak kami di Kandang ayam yang di desa beliau.
Kandang ayamnya besar, jumlahnya ada 3 lantai satu lantai diisi sekitar 7000 ekor ayam, lengkap dengan peredam bau kotoran sehingga tidak mengganggu warga sekitar. saat kami bertanya perkiraan laba, beliau tak sungkan menghitungkan, kata beliau, per 3000 ekor ayam, laba sekitar 10 juta per panen. Panen setiap 40 hari sekali. laba itu sudah terpotong biaya gaji pegawai dan lainnya. bisa di kira-kira untuk satu kandang ayam dengan 21000 ekor ayam (7000x3) = 70 juta per panen/ satu kandang.
kalau dua kandang ? atau tiga kandang..wuah Subhanallah ya...dalam setahun, panen ayam sekitar 8 or 9 kali... jadi dikalikan sendiri ...:D
Mas Bagus.. tidak pelit berbagi ilmu... dengandetail beliau menjelaskan...walaupun belum tentu kami akan emmbuat kandang ayam.. kalau kandang nya aja habis lebih dari 1 Miliar..hohohoho
Tapi, bagi beliau tidak menjadi masalah, berbagi ilmu. Kata beliau, dulu beliau juga hasil dari bertanya di banyak temoat tentang mengembangkan bisnis. jadi sekarang saatnya beliau berbagi ke orang lain.

Semangat mas Baguss (nama di samarkan coz beliau ndak mau diekspose) hehehe... :D


gbr mirip kandang ayam mas Bagus yang kami kunjungi, namun, punya mas Bagus 3 tingkat.

Komentar

  1. Hmmm...itu namnya mas budi ya kok di bawahnya foto ada namnya.hehe

    BalasHapus
  2. Hmmm...itu namnya mas budi ya kok di bawahnya foto ada namnya.hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

silakan Berkomentar

Pos populer dari blog ini

JEJAK LANGKAH KAKI LELAKIKU

PROSES PEMBUATAN TEMPE AL-AMAN (COCOK UNTUK NEGARA 4 MUSIM).

MINYAK KAPAK - TRADISI KELUARGA..TAPI BUKAN DI DALAM BUS