AKU TAKUT BOLONG RY!

AKU TAKUT BOLONG RY!

10 Mei 2010
23.40 WIHPS (Waktu Indonesia Menurut HP Saya)

Dear Diary…

GUBRAK!!
Uhuk..uhukk..uhukk..
Tuh kan, aku batuk-batuk lagi Ry…
Tahu nggak Ry, hari ini aku sebel sekali. Ini sudah hampir dua minggu sejak batuk-batukku yang pertama. Tapi tidak berkurang sampai sekarang, malah semakin memburuk saja. Kau tahu kan Ry, aku tidak merokok, tidak juga tinggal di daerah Industri dengan kepulan asap hitamnya... tapi batukku semakin hari-semakin memburuk ya Ry. Semua karena polusi udara yang semakin merajalela.

Usut boleh usut ni Ry, akhirnya aku tahu juga sebabnya Ry, karena ternyata di Indonesia ini sebagian besar polusi udara disebabkan oleh kendaraan bermotor Ry. Kamu percaya tidak? Aku baru saja membaca di sebuah sumber bahwa di Indonesia konstribusi gas buang kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60-70%, Gila bener kan Ry, nilai ini tentu besar banget jika dibandingkan dengan hasil industri yang hanya berkisar antara 10-15%. Sedangkan sisanya berasal dari industry rumah tangga, pembakaran sampah, kebakaran hutan/ladang dan lain-lain. Tiba-tiba aku merinding Ry… begitu besar polusi di udara ini yang ternyata diproduksi dari bahan yang sehari-hari kita pakai Ry, bahkan kita sendiri yang turut memasoknya, ya… kendaraan bermotor kita Ry. Aku jadi semakin takut Ry. Itu berarti aku juga turut menyumbang polusi besar di udara.
Aku semakin takut Ry,
Kamu tahu nggak Ry kenapa?
Aku tadi sempat nyari di Internet Ry, dan aku kaget sekali. Ternyata asap kendaraan bermotor bisa juga mengganggu fungsi paru kita Ry, akibatnya ya kayak keadaanku sekarang ini, sering batuk-batuk nggak jelas, bahkan kalau terlalu lama dan berkepanjangan bisa merusak paru-paru kita.
Ketakutanku menuntutku banyak hal, hari ini aku mencoba cari di beberapa sumber tentang efek polusi udara, simpel saja yang disebabkan oleh asap kendaraan bermotor. Aku kaget setengah mati Ry, tahu nggak ternyata ada banyak sekali bahaya yang bisa timbul akibat polusi asap kendaraan bermotor. Di sebuah situs di Internet menyebutkan bahwa ternyata polusi udara bisa menyebabkan kanker darah (leukemia) karena sudah terpapar senyawa berbahaya pengganti timbal dalam bahan bakar minyak (BBM) .
Wah..wah..wah.. bahaya ya Ry, padahal selama ini aku cuma tahu kalau kanker itu disebabkan oleh makanan yang mengandung zat-zat karsinogenik tapi ternyata malah polusi udara yang setiap hari aku temui di jalan juga mengakibatkan hal yang serupa. Kanker ry..kanker, kamu bisa bayangin kan gimana mengerikannya penyakit yang satu itu. Dan ternyata Ry, kanker yang ditimbulkan tidak hanya kanker biasa yang menyerang bagian tubuh kita seperti paru-paru, bahkan darah kitapun bisa terkena kanker. Oh my God! Ngeri banget nggak sich!
Di kota-kota besar kayak di Jakarta Ry, udah ada bahan bakar pengganti bensin bertimbal, yang selama ini dianggap berbahaya bagi kesehatan. Tapi ternyata yang lebih parah lagi, Hasil kajian Pusat Penelitian Kesehatan UI (PPK UI) menyebutkan, bahan pengganti timbal ini justru sangat berbahaya karena orang yang terpapar dalam waktu 5 - 30 tahun bisa terkena kanker darah. Empat senyawa pengganti timbal itu adalah senyawa aromatik, senyawa oksigenat, senyawa olevin dan senyawa isomerat.Jangan kau tanga tentang jenis senyawa itu padaku Ry, aku nggak mudeng sama sekali. Tapi yang aku tahu itu berbahaya banget buat tubuh kita.

Setelah penghapusan bensin bertimbal, kini BBM yang beredar di Jakarta menggunakan senyawa aromatik (benzena) untuk menggantikan fungsi timbal. Penggunaan senyawa aromatik ini seharusnya diikuti dengan pemasangan catalic converter pada knalpot kendaraan yang berfungsi menyaring zat-zat beracun hasil pembakaran senyawa aromatic. Akan tetapi, di Jakarta sebagian besar kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor, tidak menggunakan catalic converter. Pasalnya, bahan bakar tanpa timbal hanya ada di Jakarta, sementara di kota-kota lain di sekitarnya belum banyak menggunakan bensin tanpa timbal. Hal ini mengakibatkan penggunaan catalic converter menjadi tidak efisien. Mereka yang menggunakan bensin tanpa timbal kesulitan mencari bahan bakar di luar Jakarta. Akhirnya, karena dianggap tidak efisien, banyak pemasok mobil di Indonesia yang mencopoti alat ini. Tuh kan, upaya itu nggak efektif ya Ry, padahal seharusnya kalau terus diterapkan bisa mengurangi sumbangan pencemaran udara.

Aku takut Ry,...
Aku takut kalau paru-paruku rusak seperti paru-paru dunia seperti hutan-hutan di Kalimantan yang telah banyak rusak.
Aku takut kalau paru-paruku bolong seperti bolongnya Ozon karena gas-gas CO2 dan gas lain yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor.
Aku takut jika setiap hari harus bergulat dengan yang namanya debu dan polusi Ry
Aku takut kalau setiap hari, akan ada orang yang mengalami apa yang aku rasakan gara-gara asap kendaraan Ry. ...
Hal ini menakutkanku lebih dari apa yang terjadi pada diriku saat ini Ry...
Aku takut sekali..takut sekali Ry...
Semua karena asap kendaraan yang selama ini aku anggap tidak berbahaya.Yah, asap kendaraan. Kau tahu kan Ry, kampusku sekarang semakin ramai, jalan raya menuju kemapus tidak lagi sepi dan nyaman seperti 3 tahun lalu saat aku baru masuk Universitas. Jalanan itu kini berubah Ry, dari lengang menjadi ramai, dari tenang menjadi berisik, dari teman menjadi lawan.
Dear diary..
Kalau setiap hari aku harus menghisap racun, aku bingung ry..Aku bingung siapa yang salah Ry... apakah para pengendara motor atau justru aku Ry? Apa semua ini salah para pengendara kendaraan bermotor karena mereka tidak mau memasang catalis converter atau alat penyaring lain? Atau salahku karena aku tidak mau memakai masker hidung?. Yah, tadinya aku kan cuma berfikir kalau jarak kos dan kampusku cuma dua kilometer, jarak yang dekat untuk ukuran jarak tempuh sepeda motor kan Ry...
Tapi aku akhirnya menyadari hal penting Ry,...
Bahwa aku harus melindungi diriku sendiri, tidak perlu bergantung pada jarak ata apapun. Aku tidak perlu mengkambinghitamkan orang lain Ry, tidak perlu mencari-cari kesalahan orang lain. Aku harusnya menyadari Ry, bahwa aku harus memperbaikinya dari diriku sendiri, walaupun hanya berjarak dua kilo, tapi jalanan itu ramai sekali dengan kendaraan bermotor dan asapnya. Itulah sebabnya aku harus selalu memakai masker penutup hidungku.
Ngomong-ngomong Ry, soal masker, aku cuma ada satu, rencananya hari ini aku akan pergi ke toko kelontong sebelah, membeli dua atau tiga masker lagi. Jadi, kalau maskerku yang satu kotor, aku masih bisa memakai masker yang lain. Aku sekarang sadar Ry, walaupun murah, ternyata Masker itu punya banyak manfaat, terutama untuk kesehatan kita di jalan raya. Yah, setidaknya bisa menyaring udara kotor yang kita hirup atau setidaknya mampu meminimalkan kejadian paru-paru bolong atau bahkan ozon yang bolong. Lalu bagaimana dengan orang lain ya Ry? Mereka seringkali tidak memakai masker Ry..bahkan jarang sekali aku melihat mereka menggunakan masker di jalan raya.
Lalu, apa urusanku ya Ry, biar saja mereka menderita karena ulah mereka.. tapi aku juga mnederita Ry...Menderita karena kerinduanku ry...
Semua karena rinduku ry,..
Rindu pada pagi yang sejuk dan damai
Rindu pada langit biru yang menenangkan
Rindu pada senyum manis para sahabat yang sehat
Rindu pada sepucuk kenangan ketika aku kecil, saat aku duduk-duduk di teras memandangi hijaunya pepohonan dan rindangnya halaman rumah,...
Jauh sekali dengan apa yang aku lihat sekarang.
Aku tak bisa lagi menemukannya Ry..
Hanya ada asap, pekat, gelap.
Dear Diary... udah ya... cukup disini, ingatin besok pagi aku beli masker ya...masker hidung..bukan masker wajah buat perawatan.. Ok..^_^

Your best Friend
Indri

Komentar

Pos populer dari blog ini

JEJAK LANGKAH KAKI LELAKIKU

PROSES PEMBUATAN TEMPE AL-AMAN (COCOK UNTUK NEGARA 4 MUSIM).

MINYAK KAPAK - TRADISI KELUARGA..TAPI BUKAN DI DALAM BUS