EPISODE 4


Tanggal 7 Juli 2008.
HARI CERAH.... udara pagi begitu lembut dan melenakan. Kalau tidak ada ujian, mungkin aku akan tertidur lelap. ZZZzzzz....ZZZzzz...ZZzzz
Sejak semalam, aku tidak bisa tidur, bukan karena belajar ujian, tapi gara-gara memikirkan bahwa hari ini, di UNDIP Pleburan, tepatnnya di SEU, akan diadakan Ujian ITP TOEFL buat syarat IELSP. Hiks2...hatiku merana... PENGIN IKUT!!
Belajarku GA’ TENANG sama Sekali. Berkali-kali aku melihat jam. Ujian TOEFLnya jam 10 hari ini. Aku benar2 ga tenang!
Pukul 07.30,
Tumben, jam segini belum ada yang mAndi selain Siwi adik kelasku. Katanya dia ujian pukul 10.00 tapi berangkat jam 8an. Mau belajar di perpustakaan katanya. Ah..anak itu.... rajin bener deh. Aku bertanya dalam hati, kenapa Selvi, temen satu kelasku sekaligus tetangga kamarku, kenapa belum mAndi juga? Biasanya dia paling rajin. Hpku berdering, bunyi SMS. Aku lihat!  Aku syok!! – SMS berantai dari ketua kelasku. ”Ujian hari ini ditunda jam 1 siang! Sebarkan!”
Antara senang, khawatir, takut....
Secara spontan, aku menyambar telepon genggamku, Baterenya Low ... aku Charge deh... Aku cari no Telepon SEU. DAPAT!! aku harus ikut ujian SEU HARI INI!! Daripada aku tidak tenang belajar!! YA Allah... Mudahkanlah... berilah Petunjukmu!AMIN.
Pukul 07.45
Berkali-kali aku telepon SEU, Tidak da yang mengangkat. Aku ingat!! Kantor buka setelah jam 8, aku putuskan menelpon lagi nanti jam 08.15. Aku harus belajar lagi. Aku mencari tempat yang nyaman buat belajar buat ujian kampus, di samping kos, tapi tetap saja tidak bisa konsentrasi. Waduh... ujian TOEFL JAM 10.00 pagi ini, aku harus ikut!! Batinku terus memaksa. Fikiranku buyar semua!
Pukul 8.15 aku telpon SEU lagi, Alhamdulillah ada yang ngangkat.
”Selamat pagi mbak!” kataku
”selamat pagi, ada yang bisa dibantu?”
”Saya Indri, mahasiswa Keperawatan UNDIP, bermaksud ikut UJIAN ITP TOEFL untuk hari ini jam 10.00 apakah masih bisa mbak?”
”Ohh... TOEFL yang buat beasiswa itu ya mbak?”
”Iya mbak, apakah masih ada tempat mbak, ujiannya nanti jam 10 kan mbak?” kataku penuh harap, takut, cemas
”Oh...ada perubahan jadwal mbak.... Ujian DITUNDA BESOK PAGI jam 10.00 on time.”
Subhanallah…Maha Besar Allah… ternyata ujian ditunda…dan besok kebetulan aku tidak ada jadwal ujian kampus.
”Maaf mbak, kalau saya daftar untuk ikut bisa tidak mbak?”aku berkata penuh harap.
”...Oh...sebentar ya mbak saya cek dulu...Ehmmm, sudah penuh mbak... sudah ada 8 pendaftar sesuai kuota yang ditetapkan.”kata mbak SEU.
YAH......(aku kecewa lagi!!)
”Tapi mbak, masih ada tambahan kuota buat dua orang mahasiswa kok! Soalnya, ada kelonggaran, penambahan peserta buat dua orang, kami target 10 mahasiswa!”tambahnya.
Crrsss...
Ada secercah harapan nih.... bisikku.
”Kalau pesan dua-duanya, bayar besok sekalian waktu tes bisa nggak mbak? Kataku memelas
”Wah.... nggak bisa mbak... soalnya yang dua ini juga udah da yang pesan. Cuma belum ke sini, ya.... tinggal siapa yang duluan ke sini ja, nanti yang dapat porsi duluan”.
”Ooh, gitu ya mbak? Baik mbak, nanti saya hubungi lagi, saya mau diskusi ma temen saya dulu”kataku mengakhiri telepon
”Oh iya, silakan, secepatnya ya mbak, soalnya kita akan mendahulukan siapa yang daftar lebih cepat dan langsung kesini duluan, untuk dua kursi ini.”
”baik mbak! Terimaksih, nanti saya hubungi secepatnya!”
“Iya...ditunggu!”
Secepat kilat aku menghubungi Siwi, dia sudah berangkat ke kampus duluan, jadi aku ga bisa ketemu langsung. Aku telepon ke dua Hp nya tapi ga diangkat semua, ternyata semua Hpnya ditinggal di Kamarnya. Aku ingin menjerit. SIWI!!!
AKU ingin sekali mengajaknya ikut program ini. Ikut tes TOEFL bersama. Karena ku yakin, dia bisa lebih baik dariku. Bahasa Inggrisnya juga jauh lebih baik dariku. ITU MEMANG KEBIASANNYA! NINGGALIN Hp, padahal...aku ingin sekali menghubunginya....padahal, aku berharap ada partner dari Keperawatan juga, setidaknya jika aku gagal TOEFL, mungkin dia bisa lolos dan terus maju. Aku akan merasa bersalah sekali jika aku berangkat sendiri, karena kemaren Siwi sangat bersemangat untuk ikut nyoba program ini, tapi gara-gara kemaren aku yang tidak bersedia/ mengcancel (alasan klise  ujian) dia juga mengurungkan niatnya. Ya Allah.... Berikan PetunjukMu!
Entah kenapa tiba-tiba aku ingin menangis. Antara percaya dan tidak... Ujian TOEFL diundur besok!! Ujianku hari ini ditunda jam 1, jadi kalau aku mau, aku bisa daftar ke UNDIP Pleburan sekarang buat daftar (Kira2 15-20 menit dari koskudengan sepeda motor). Masalahnya adalah bisakah aku menghubungi Siwi?

Aku menaruh semua materi ujianku di tempat tidur, semua sudah tidak aku hiraukan. Aku menyalakan Laptop, melihat kembali syarat-syarat beasiswa. Astaghfirullah!!! Ada syarat yang menyatakan ”Minimal Tahun ke tiga/ semester 5!!” Sedangkan Siwi masih semester 4! Ya Allah inikah petunjukMu!! Aku ingin sekali menangis, benarkah ini petunjukmu ya Allah?
Dengan BISMILLAH, aku menelepon SEU lg, mengatakan aku jadi ke sana dalam rentang waktu satu jam! Aku segera mAndi (mAndi kilat), salat duha, dan siap-siap berangkat! Astaghfirullah...aku lupa satu hal! Uang 250.000, dari mana aku bisa dapet? Sekarang udah tanggal 7 tapi belum da kabar dari bapak tentang transferan uang. Akhirnya, kakiku melangkah ke kamar 4. Aku nanya Meri, alhamdulillah, dia punya. Aku segera meminjamnya dan berjanji segera mengembalikannya. Dengan uang hasil Utang teman itulah, aku nekat meluncur ke SEU untuk mendaftar ITP TOEFL.

Komentar

Posting Komentar

silakan Berkomentar

Postingan populer dari blog ini

JANJI ALLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG TIDAK BERIMAN

PROSES PEMBUATAN TEMPE AL-AMAN (COCOK UNTUK NEGARA 4 MUSIM).

MINYAK KAPAK - TRADISI KELUARGA..TAPI BUKAN DI DALAM BUS