IA DIPANGGIL "OMAR BIN AL-KHATTAB"


Namanya OMAR BIN AL-KHATTAB.


Mobil kami berbelok ke kiri, mencari tempat sepi untuk sang mobil menepi. Suasana di luar jendela mobil masih tetap sama, dingin sedingin aurora di atas kutub selatan. Tapi hatiku terasa begitu sejuk dan hangat. Sederhana, karena aku melihatnya di sana, menggelar sajadah hangatnya, menunggu kedatangan kami.


Tepat di pojok jalan Marion dan Condada Avenue ia berdiri tegap. Entahlah, begitu pertama kali aku melihatnya, seolah ada aliran deras sungai yang aneh. Aliran hangat yang terasa sejuk. Yach..sejuk..  ini musim dingin.. tapi nuansa yang tercipta karena pesonanya itu memberi kesejukan tiada tara . Ini kali pertamaku di sini mendapatinya. Dan aku luar biasa gembira.


Aku semakin bergetar begitu menjabat tangannya, gerbang masuk. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Senyum-senyum para saudara muslimah dari berbagai penjuru dunia. Sapaan hangat "Assalamu'alaikum" yang halus menyentuh pipiku. 

Tarawih tahun lalu aku berkutat dengan sebuah pulau eksotis, Bali. Kali ini, aku bergelut dengan dingin yang merangkul kuat Adelaide. Namun, jika setiap hari aku bertegur sapa dengan Omar, rasanya tidak ada yang terasa lebih baik. 

ya.. dia adalah OMAR, masjid di Marion, Adelaide.

Shalat Isya akan dilanjut tarawih. dan baru dimulai ketika waktu sudah separuh condong membelah angka tujuh dan delapan. Sementara itu, lantunan suci Al Qur'anul karim serta kata-kata berparas bahasa arab dikumandangkan. walaupun aku tidak tahu artinya, tapi nyaman rasanya berada di kerumunan shaff para muslimah yang saling mendengarkan dan melempar senyum hangat persaudaraan.

Rakaat pertama, aku sudah mampu menangis tersedu--sedu. Begitu lantunan Al-Qur'an dilantunkan  ada suasana haru yang sulit untuk didefinisikan. aku tidak bisa bayangkan kalau misal aku berdiri di bawah Ka'bah. Seliter airmatapun rasanya tidak akan cukup. Ya, siapa bilang hanya bisa menghadirkan hati ka'bah di depan ka'bah. suasana seperti ini bisa jadi menjadi miniatur untuk kunjungan suci di Baitullah nanti. amin Allaumma Amin.

Aku ingin semalaman di sini, mendengarkan lantunan merdu ayat-ayat suci. menikmati setiap sudut kebersamaan dengan saudara muslimah lainnya. mengingat masa-masa iktikaf bersama saudara muslimah lain di masjid. mengabiskan waktu untuk saling berlomba menyelami Al-Qur'an. Terkhusus bersama SS-ku yang mana jarak membentang diantara kamipun  tidak terasa. Untukmu SS-ku. Semoga kelak Allah mempertemukan kita bersama di Baitullah. Entah ramadhan kapan itu, tapi insyaAllah segera.. Bukankah ini juga bagian dari mimpi kita bersama. Selvi, Tita, Dini, Nanda, Rani. Love you coz Allah. 

From Here:
 From Here :




Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANJI ALLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG TIDAK BERIMAN

PROSES PEMBUATAN TEMPE AL-AMAN (COCOK UNTUK NEGARA 4 MUSIM).

JEJAK LANGKAH KAKI LELAKIKU