Sejarah terciptanya "Nasi Kuning" dan kroninya dalam MultiCultural Dinner.

Dear Matess,

Sebuah sore yang mentah dan pahit memulai diseduhnya cerita persiapan tim mahasiswa Indonesia dalam menyambut "Multicultural dinner".

Demi sebuah tuntutan membawa simbolisme Indonesia, maka, disepakatilah dalam sebuah sidang ala meja kotak di Central Library, bahwa pakaian kami harus Batik, atau pakaian adat / tradisional lain sesuai daerah masing-masing. Tak sampai di situ saja, membawa masakan ala buatan sendiri juga akhirnya disepakati.

Disaksikan oleh kursi sofa empuk library yang berwarna merah dan abu-abu itu, akhirnya tercetuslah keputusan sbb:
1. Geng Cewek, : membuat nasi kuning dan perkedel (wah, easyyy lah yaw :D begitu fikir kami waktu itu)
2. urusan lauk pauk akan dihandle oleh Geng cowok: Pak Kendar : Spicy chicken, Mas Wahyu: Suwir ayam,  Mas Bro Gilang/Sigit/Undip/Krishna tak mau kalah, siap membawa abon dan irisan telur. Katanya sich, satu telur aja cukup.. Gubrak.

Begitu sore mulai condong, pas selesai shalat ashar, saya dan mbak Lisa yang berdomisili dekat Foodland Market, Pasadena akhirnya kebagian job buat belanja. Yah, target jam 5 selesai dah... bersiap sy berbuka puasa sekalian.

Alhamdulillah target terpenuhi. setelah seperangkat bahan membuat nasi kuning dan perkedel jadi, akhirnya kami pulang dengan lega. Well done- untuk first step.

ini nasi kuning yang belum dibentuk :D



NAh, sekarang kita memasuki cerita sedihnya... hmm...nggak sedih-sedih amat sich ... hehe

Hari berikutnya, jum'at siang, saya tidak bawa bekal makan, secara.. pengin beli makan siang di depan OASIS yang dijual oleh saudara muslim. biasanya tiap jum'at buka. Tik..tok.. kami menunggu jam.. 11.30 ternyata belum ada satupun stand makanan yang buka. Saya, mbak Hasni, mbak Yuna, Mbak, Kak Nurul mulai bertanya.. Buka nggak ya?

Akhirnya ada seseorang yang kami tanya dan dia bilang kalau hari ini tidak ada yang jualan. mungkin minggu depan. akhirnya saya dan mbak hasni memutuskan untuk pulang dengan perut lapar. Padahal saya sudah ngimpi bisa makan tempe hari ini :D hoho. Belum rezeki, nggak papa, lain kali aja.

Saya dan Mbak Hasni nunggu bis lamaaa sekali.. akhirnya begitu ada Loop Bus Flinders, kami ikut lah. Mbak Lisa dan mbak Yuna serta Kak Nurul masih pada punya acara sendiri-sendiri. Kami turun di Sturt North, kampus nursing, dan pulang ke kos mbak Hasni jalan kaki.

Saat sampai kos mbak Hasni, dengan semangat 45, kmi mulai beraksi membuat nasi kuning dan perkedel... saking semangatnya, beras satu liter semua kami tuang di atu magic com, tambahkan santan, daun serai, garam, daun salam dan Kunyit . Perfect lah.

Di kompor yang satu, kentang mulai menikmati masa-masa perebusan. sampai empuk tiriskan. kami campus bumbu ala kadarnya... siap dibentuk dan digoreng.

Cobaan mulai datang menghadang, saya dan mbak hasni mulai kelaparan... Alhamdulillah mbak Yuna tadi telepon, kasih kabar kalau jualan muslim di depan OASIS buka. jadi kami akhirnya nitip mereka, kebetulan keduanya akan datang ke kos mbak Hasni juga. sambil menunggu datangnya mereka, kami menggoreng ayam.. yah, buat nambah lauk kalau kurang.. hihihi.

Yang lebih menghebohkan adalah sejarah proses NAsi Kuning. Nasi cuma setengah matang (Magic Com) tidak muat... hoho.. akhirnya dibagi jadi dua, masak dengan dua magic com, eeehh.. nggak bisa lagi,.. wah.. bahaya ini, akhirnya dikurangi dan dimasak berulang kali.. abis itu diangetkan pakai Microwave juga. Jadi lah akhirnya.

Perkedel di goreng tapi pada mencar ke aman-mana.. gosong,.. warna item.. waduh, apa ini masalahnya ya? akhirnya panci penggorengan diganti, minyak goreng juga diganti. alhamdulillah bagus hasilnya. begitu masuk waktu asar, semua beres... nasi kuning di tata dan dibentuk rapi.. kirim WhatsApp ke teman2 cowok yang tadi sudah ngirim hasil karya mereka berupa orak arik telur dan abon.

Begitu gambar nasi kuning kami kirim dengan menyertakan pesan "Tampilan sich lumayan, tapi rasa jangan tanya"--- justru sambutannya luar biasa.. Mntab.. begitulah kira-kira.

Nah, karena acara jam 6, kami memutuskan untuk berangkat setelah shalat Maghrib (17.15an waktu maghrib).

karena mbak Yuna dan Mbak Lisa tadi sudah pulang jam 4, jadi di kos mbak hasni cuma ada saya dan mbak Hasni. Kami berlarian menuju Bus Stop 25, berkejaran bersama hujan yang mulai turun menyambut kami. Angin mulai menerpa, dingin mulai terasa menggila, saya sich tidak begitu masalah, mbak Hasni menggigillll... katanya dinginnnn. nah, karena saya bawa payung, maka kami pakai lah payung itu... Sayangnya, karena angin dan hujan kencang tak terkendali, sampai rusak itu payung. Jadwal bis kami cek by HP, ternyata masih 15 menit lagi baru datang. Bagaikan makan buah si malakama, mau balik kos sudah terlanjur basah, mau nunggu di Bus Stop malah semakin basah dan anginnnya kencang. apalagi Bus nya nanti kalau datang bagaimana. Bus yg kami tunggu jadwalnya adalah G10 yang jam 17.50. tepat 10 menit sebelum acara dimulai.

Ditengah penantian kami, ada sebuah bus ber kode 78xx yang berhenti padahal kami tidak memberi kode untuk berhenti. Mungkin kasihan melihat kami basah kuyup sambil membawa  tas gendong seabrek dan bungkusan nasi kuning di piring besar yang kututup rapat dengan plastik dan tas jinjing. Kami tidak ikut bisa itu karena tidak akan menuju Flinders, tempat yang kami tuju.

Selanjutnya, sebuah sedan silver berhenti di dekat kami. Mbak, siapa itu?" tanyaku. "Nggak tahu" mbak hasni. kami sudah GR bahwa itu orang Indonesia yang mau ngasih tumpangan ke kami. tapi ternyata bukan, mereka itu sekawanan bule yang mau jemput temennya yang rumahnya di dekat situ.. yah, kasian deh kami.

Melihat mbak hasni yang semakin menggigil, hujan yang masih turun, maka ini adalah saatnya berdoa. Hujan turun kan do'anya dikabulkan insyaAllah.. ehehehe.. Ya Allah, semoga kami sehat.. dan semoga Major prize IPAD nanti saya atau mbak Hasni yang dapat... eh.. mbak Hasni yang dapat juga saya ridho.. " kataku berkelakar, mencoba mencairkan suasana yang sudah cair sedingin es.
Mbak Hasni cuma tertawa. ok.... Aminnn  :D

___
Tepat sesuai jadwal, akhirnya bus G10 datanglah, alhamdulillah ya Allah.. setelah penantian panjang.. begitu masuk bus, eee ternyata Mas Bro Gilang, Sigit dan Undip juga naik bus yang sama, dan alhamdulillah kami sampai di tempat acara tepat waktu..

Alhamdulillahnya lagi.. nasi kuning dan lauk yang kami keluarkan tersantap abisssssss.... wahhh alhdmulillah :D


___
Dan apakah  satu diantara kami akhirnya yang mendapat IPAD? ditunggu cerita selanjutnya ya :D
____
Akhirnya ni saya stay di Mushola, menanti seseorang datang (Mbak Hasni) karena sudah janjian ketemuan.. so sweet kan... sambil menanti, yah, kutulis ni cerita sambil ngerjakan Essay..., untung bawa air hangat dan menu makan, jadi nggak kelaparan.. nah, setengah 3 nanti sudah harus capcus ke tempat mbak Sinta.. biasa, acara kumpul bersama di akhir pekan, bersama saudara muslimah lain. ^_^


)

Komentar

Pos populer dari blog ini

JEJAK LANGKAH KAKI LELAKIKU

PROSES PEMBUATAN TEMPE AL-AMAN (COCOK UNTUK NEGARA 4 MUSIM).

MINYAK KAPAK - TRADISI KELUARGA..TAPI BUKAN DI DALAM BUS