Satu tahun usiamu, sayang

Sayang,
Tepat satu tahun lalu,
Tahukah engkau,
Umi dan abi tidak pernah menginginkan hal lain
selain kehadiranmu di dunia kami

Yang ingin kami dengar adalah tangismu sayang,
bukan senyum atau tawamu,
ya, tangismu yang kencang,
bahkan, jika itu harus keras hingga sudut rumah sakit terpanapun, tak apa,
setahun yang lalu itulah hari pertama penantian panjang kami,
penantian kami akan kehadiranmu ke dunia ini

bagi kami, tangismu adalah anugerah besar,
yah, tangismu ..sayang

Tapi hari ini,
Walaupun tak henti dalam jeda menit dan jam
umi menangis panjang..
menangis sesak
karena kerinduan padamu,
itu tak mengapa,
walau sembab mata ini,
itu tak mengapa,

yang umi inginkan hanya senyummu
senyum dari seberang sana
senyum yang disampaikan angin
senyum...
bukan tangismu lagi,..

ada sebuah perasaan bersalah besar yang menggerogoti hati,
rindu ingin segera kembali
memelukmu sayang,
menciummi,
dan mendengarmu menyebutkan satu kata
"umi"

ah, waktu itu ..
waktu yang kutunggu itu
waktuku memeluk dan merangkulmu
masih dua bulan lagi
dan,
tahukah kau sayang,
Umi tidak pernah merasa selemah ini,
Tidak .. tidak seperti saat ini.

Bagaimanapun juga, do,a
umimu yang lemah ini,
semoga menguatkanmu,
semoga Allah melindungimu dengan kekuatannya,

sayang, Umi rindu padamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANJI ALLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG TIDAK BERIMAN

PROSES PEMBUATAN TEMPE AL-AMAN (COCOK UNTUK NEGARA 4 MUSIM).

MINYAK KAPAK - TRADISI KELUARGA..TAPI BUKAN DI DALAM BUS