(LEBIH DARI SEKEDAR) MOBIL BARU
ufuk barat terasa begitu pekat sore itu, warna tehnya terasa begitu kental. Matahari terlihat bagaikan kuning telur omega yang anak-anak ku sering menjadikannya standar ketika membelinya.
Hari ini hari Sabtu, suamiku seperti biasa super sibuk dengan aktifitasnya. biasanya akhir pekan menghabiskan banyak waktu dengan kami, tapi kali ini juga ada acara lagi. katanya sih ada acara di Pati, tapi aku curiga, berangkat sedari pagi, sampai hari menjelang menutup mata, masih belum nongol juga. Lebih mencurigakan lagi karena track lokasi di Iphone beliau di non aktifkan. Tidak biasanya begitu. ini kenapa ke pati saja harus di offkan? yah akhirnya aku berfikir aneh-aneh walaupun hati kecilku berfikir selaras dengan keyakinanku. Tidak ada hal yang perlu di curigai, seperti biasanya.
Dan tahukah kalian, beberapa waktu kemudian beliau datang, dengan membawa mobil baru yang imut, mobil listrik keluaran terbaru.
Untukku, katanya surprise.
Tahu ngga? aku bukannya bertrimakasih dikasih mobil, tapi beginilah kalau sdh dapat standar dari media sosial. yang ada malah aku kecewa, kecewa kenapa tidak didatangkan pakai PIta besar terus ada tulisan "untuk istriku tersayang". hahahaa. yang ada malah akhirnya aku ngambek.
jawaban suami sih sederhana, biaya begitu mahal, harus daridealer, biaya 1 jutaan mending dipakai untuk syukuran berbagi.
namanya cewek yah, aku ya tetep aja ngambek. walaupun nggak lama.
paling juga ayank yang pakai mobilnya, kataku.
adek aja baru belajar nyetirnya. belum bisa lancar. kataku.
dan macam-macam alasan lain. yang aku keluarkan.
dan begitulah. aku selalu ingin di perlakukan istimewa, padahal dulu waktu aku kecil, aku pengin punya suami yang kayak Taxido bertopeng-nya sailormoon. dingin, tapi sayang banget sama Usagi.
ini, aku bukannya berterimakasih malah ngambek.
Tapi akhirnya aku sadar satu hal, daripada meratapi dan tidak mensyukuri yang kita dapat, mending berkaca, bahwa di luar sana masih banyak orang yang "bertahan sekuat tenaga mempertahankan yang di punya". Lalu aku?
Akhrinya, aku buat enjoy semua hal, jika mobil dipakai suami terus juga gapapa, toh aku sendiri nyetir belum bisa lancar. apalagi nyetri daerah Pantura yang ramai banget. Mobil itu bisa di pakai suami kerja, alhasil bisa hemat bensin dan pajak. intinya mah, di ambil positifnya saja agar senantiasa terus bersyukur.
yang paling penting, ayank sering kali ajak kami muter-muter dan jalan-jalan pakai mobil baru, bersamaku dan anak-anak. itu hal yang menyenangkan, bukan. Mobil lama kami tetap ada, lagi di servis, kayaknya suami mau tukar tambah gitu deh. Yaudah apa aja penting sehat semua dan bahagia bersama. Aamiin
Ya Allah, jadikan hamba orang yang selalu bersyukur atasnikmatMu. Aamiin
Komentar
Posting Komentar
silakan Berkomentar