DON’T JUDGE A BOOK FROM ITS COVER

DON’T JUDGE A BOOK FROM ITS COVER

Intinya sich, jangan menilai seseorang hanya dari bagaimana ia terlihat. Karena tidak semua yang anda lihat itu benar dan senantiasa sabar dan bersyukurlah menjalani hidup. Ada begitu banyak hal yang mungkin saja di luar sepengetahuan kita.
Contoh simple, suatu ketika saya merasa iri dengan seseorang yang ia ..begitu terlihat sempurna. Bagaimana tidak, dari apa yang anda lihat, sudah bisa dipastikan bahwa ia memiliki segala yang ada. Cantik, baju yang serba bermerek, jilbab yang indah dan mahal, make-up dan perawatan wajah yang serba high class, cerdas dan apapun yang diinginkan oleh wanita, ia sudah memilikinya. Termasuk menutup aurat dengan berjilbab. Ia benar-benar idaman lelaki (mungkin).
Tapi apakah yang terjadi? Dalam penutup serba kesempurnaannya itu, ia memiliki hal yang benar-benar tidak pernah terlintas di benak saya. Suatu ketika ia menangis menemui saya, bermaksud curhat tentang isi hatinya. Dan tahukah kawan apa yang membuatku terkejut… ia melakukan hal yang dilarang oleh agama…. Dengan seorang lelaki yang bahkan tidak ia cintai, ia melakukannya tanpa paksaan dan dengan penuh kesadaran... pelampiasan rasa marahnya kepada seseorang yang ia sukai.. Seketika itu juga hati saya terasa berkeping-keping—ada rasa sakit yang menyesak, ada rasa kecewa yang luar biasa, ada rasa tak percaya dengan apa yang ia ceritakan. Tapi itulah yang terjadi…Di dalam bungkus kesempurnaannya itu, ternyata ada hal yang benar-benar jauh dari apa yang harusnya orang lain imagekan ke dia- wanita shalehah, cantik, cerdas, berada- namun dengan masalah yang serba complicated. Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun.

bukankah jilbab seharusnya bisa meneguhkan kita untuk menjaga diri
sebagaimana firman Allah berikut di surat Al-Ahzab berikut ini.:

"wahai nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Jika anda bertanya bagaiamana perasaan saya sebagai teman dekatnya? Tentu saja hancur, sedih. Tapi bukan hal itu yang akan membantunya. Bagaimanapun setiap orang pasti bisa membuat kesalahan. Kita bukan manusia yang sempurna sebagaimana Rasulullah. Jadi yang bisa kita lakukan hanyalah segera bertaubat kepadaNya dan memohon ampunan serta memperbaiki diri. Itu juga yang saya sampaikan padanya.... dan saya selalu berkaca bahwa nasihat itu juga berlaku untuk saya, senantiasa mengingat Allah
Bukankah Allah juga telah menjanjikan. “Wanita baik-baik, untuk laki2 baik, begitu juga sebaliknya.”
Kasus yang teman saya lakukan itu bisa jd juga dilakukan oleh orang manapun…
Apakah ini karena parasnya yang cantik?
Ya Allah, tiba-tiba aku merinding dan menyadari sesuatu….
“Ya Allah, jika paras cantik itu bisa mengundang banyak fitnah dan maksiat, maka, cukupkanlah fisik hamba, wajah hamba, dan percantiklah dengan akhlak yang bisa menuntun hamba dalam kebaikan di dunia dan akhiratMu kelak.”
Saya harus lebih banyak lagi bersabar dengan segala masalah yang saya hadapi, dan berusaha melampiaskan beban yang bertumpuk dalam bentuk sesuatu yang bermanfaat dan untuk kebaikan. Bagaimanapun, bersabar itu tidak ada batasannya.
Untuk mendapatkan sesuatu yang lebih indah dan sesuai dengan harapan, kita terkadang perlu lebih bnyak bersabar, Dan apabila bersabar itu terasa begitu sulit, maka perbanyaklah syukur atas segala nikmat yang Allah berikan karena di luar sana masih banyalk orang yang jauh beban hidupnya lebih berat.
Sebagaiamana seorang sahabat saya yang sekarang tengah study di negeri Sakura-Jepang berkata:
“Bersabarlah, jika bersabar itu terasa berat untukmu, maka bersyukurlah!”
Yah, saya berusaha untuk bersabar dan bersyukur dengan semua yang Allah berikan. Mari kawan,kita saling mengingatkan. 
Saya bermaksud menulis ini bukan untuk apa-apa, tapi untuk selalu mengingatkan saya agar senantiasa bersyukur dengan semua yang Allah berikan pada saya saat ini. Adapun banyak kekurangan yang saya miliki itu juga datangnya dari Allah, sy hanya bisa berusaha untuk selalu memperbaiki. Setiap orang punya masalah dan rahasianya masing-masing, termasuk saya, namun setidaknya saya masih memiliki pegangan yang menyulitkan saya utnuk berhaluan kearah lain. Allah-lah satu-satunya pegangan hidup. :
Ya Allah yang maha menjaga, jauhkanlah hambamu ini dan orang2 yang hamba sayangi dari hal-hal yang membuatMu murka. Karena Engkaulah yang maha menjaga.

Komentar

Pos populer dari blog ini

JEJAK LANGKAH KAKI LELAKIKU

PROSES PEMBUATAN TEMPE AL-AMAN (COCOK UNTUK NEGARA 4 MUSIM).

MINYAK KAPAK - TRADISI KELUARGA..TAPI BUKAN DI DALAM BUS