STUDIO new RUFAIDA

dear All,



tadinya rencana saya dan anak-anak wisma New Rufaida itu foto bareng di Studio menjelang perpisahan, tapi alhasil jadinya foto di depan wisma. kenapa demikian?

panjang ceritanya.

suatu hari, muncullah obrolan-obrolan kecil di sebuah istana mungil, sebutlah nama istana itu adalah New Rufaida, versi ter-gress dari wisma rufaida yang sudah boyongan ke area deket kampus.

dari obrolan-obrolan itu tercetuslan untuk bisa foto bersama seluruh penghuni istana New Rufaida.
dan disepakatilah untuk menggunakan kostum berwarna UNGU. LOve it.

penundaan agenda foto berlangsung beberapa hari karena jadwal para penghuni yang benar-benar luar biasa.

Akhirnya malam yang ditentukan dan disepakati datanglah.

seluruh penghuni Istana bersiap dengan kostum-kostum Ungunya. termasuk saya.

beberapa menggunakan jilbab dengan berbagai variasi. Hanya saja ada satu penghuni yang belum pulang. siapa? Devy si mungil. di coba telepon, sms nggak di bales, akhirnya saya dan santi yang sudah selesai beres-beres duluan menyusul Devy di Kampus. Ternyata dia sedang menyelesaikan PKMnya. mau tak mau, demi kebersamaan kami melobi temennya untuk menculik Devy sebentar, untunglah 15 menit kemudian sudah beres, jadi Devy bisa bergabung bersama kami.

Singkat cerita kami akhirnya sampailah di Studio Photo. ternyata Meri yang tadi berangkat duluan, salah Studio (Karena studio-nya ada dua), mau tak mau saya menjeputnya.

karena di studio pertama antri banyak dan di Studio ke dua tidak antri, maka saya minta adek-adek untuk pindah ke studio ke dua.

Dedek farida pulang kos dulu karena Hpnya ketinggalan dan setengah 9 malam ini dia sudah harus out untuk praktek di Kariadi.
Meri yang saya jemput di studio dua ternyata sudah tidak ada. dia malah menuju ke Studio satu. tak lama kemudian dia sudah balik lagi ke Studio dua tempat saya bermaksud menjemputya. Abis itu Meri terburu-buru ke Kos temennya yang katanya sedang sakit. karena terburu-buru, jatuhlah kunci motornya di selokan pelataran studio yang dalam dan berlumpur. beberapa Bapak membantu untuk mengambilkannya tapi nihil.

Puput dan Niken masih pada cari makan karena saking kelaparannya.
dedek farida masih belum datang dari ngambil Hp nya.
Meri, kuncinya masuk lubang.. walaupun yang lain akhirnya bisa kumpul, tapi jam sudah jam setengah 9 lebih. dedek Farida mau tak mau tidak bisa ikut foto bareng karena harus segera CapCus ke Kariadi. Meri masih sibuk dengan kuncinya yang ilang dan dia tak enak jika harus meninggalkan para Bapak-Bapak yang membantunya untuk sekedar foto bersama.

Terdengan beberapa yang menggerutu,

huhff.. tadi harusnya PKM ku selesai,
Huffh.. tadi harusnya aku makan dulu..
Hufh... tadi harusnya aku nggak telat ke kariadi..
Huffh.. tadi harusnya...
karena nggak jadi Foto.

Sayapun jadi ada perasaan emosi. Astaghfirulloh.. Allah menegur saya secara Langsung. Dompet dan tas saya ternyata masih ketinggalan di Studio Satu. padahal di tas itu banyak sekali uang, dari uang berbagai macam kegiatan (yang tentu saja bukan uang saya). Ya Allah, ini adalah teguran Allah karena saya emosi.

Alhamdulillah saat saya kembali ke Studio satu, ternyata disimpan sama petugasnya. Alhamdulillah ya Allah.

Pelajaran Hari ini sejatinya menunjjukkan SIAPA SEBENARNYA KAMI! hati kami masih ada kotoran-kotoran yang hanya dengan secuil cobaan dari Allah, sudah pada mengeluh dan protes, pada terburu-buru, pada saling menyalahkan. Ini adalah refleksi siapa sesungguhnya kami.

Maka, untuk mencairkan suasana, kami akhirnya duduk bareng lesehan di emperan studio menemani bapak tukang Kunci membuatkan kunci Baru motor Meri, sampai jam 10 kami masih ngobrol ditemani dengan beberapa botol minuman, Martabak Manis dan Martabak telur yang sengaja kami beli begitu hati sudah baikan. Hanya saja dedek Farida, Devy, Niken, puput tidak bisa ikut. Farida sudah berangkat ke Kariadi, Devy, Puput dan Niken diantar ke Wisma untuk makan dulu.. kasihan mereka kelaparan.

sisanya, kami menghabiskan malam itu di emperan Studio Photo... makan-makan bersama dan meminta saling mengikhlaskan dan saling menguatkan. beginilah indahnya kebersamaan wisma Kami. selalu saling mengingatkan untuk tidak terbuai bujuk syetan.

Akhirnya, makan bareng dan photo-photo di emperan studio bareng (Studio dah tutup karena dah lebih dari jam 10 malam).

peduli amat dengan mereka yang membicarakan kami kok pada masih berkeliaran di malam begini. lha daripada Meri sendirian nungguin motornya, bukankah lebih baik ditemani, aku, dewi, sunbae, santi kecil semuanya menemaninya.

Canda tawa sudah kembali membaurkan kami dalam kehangatan keluarga.

Esok harinya, dengan wajah berseri dan tanpa beban lagi, semua semangat untuk Foto bersama, tak perlu di Studio Photo yang biayanya mahal. Cukup di Studio Alami depan Wisma Rufaida, dengan bantuan motor, sandal (untuk mendirikan kamera HP) dan tentu saja Hp ala kadarnya. Alhamdulillah jadiii :D. Pemandangan Alami yang akan membuatku merindukannya. T_T

aku hanya ingin berkata:

AKU CINTA KALIAN KARENA ALLAH T_T







Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANJI ALLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG TIDAK BERIMAN

PROSES PEMBUATAN TEMPE AL-AMAN (COCOK UNTUK NEGARA 4 MUSIM).

MINYAK KAPAK - TRADISI KELUARGA..TAPI BUKAN DI DALAM BUS