PERJALANAN CINTA

Dear

It's All about Love.

Tentang perjalanan Cinta.

picture dari sini :



Ya, tentang perjalanan cinta,
wonderful journey... called Journey of Love

Rabu malam, di antar ayah dan om kami menuju bandara Juanda, Bandara yang dinobatkan sebagai bandara terbersih di Indonesia.

tepat jam 7.55 pesawat saya membawa saya terbang melintasi lautan kecil dan menghantarkannya pada sebuah pulau terindah di Dunia, manalagi kalau bukan BALI.

Yeah, Bali... I am coming (again) :)

Dengan Taxi Bandara, saya diantar hingga Kos-an, Syukurlah dapat Kos Gang Pakuk Sari yang dekat dengan I/A/L/F (Indonesia Australia Language Foundation) – Bali.
Karena gang Pakuk sari itu sempit, hanya bisa dilalui oleh motor, maka Taxi hanya mengantar di tepian jalan. Sisanya, saya menyeret dua koper (besar dan keci) yang beratnya minta ampun. Syukurlah sampai di pertigaan sudah dijemput sama Bu Rai, pemilik Kos. Beliau sangat welcome dan membantu membawakan koper saya yang satu. Alhamdulillah ternyata kos saya tidak jauh, rumah pertama di belokan gang, sangat dekat.
Subhanallah, Saya dapat sebuah ruang kos dengan lebar kurang lebih 3.5X3.5 meter, lumayan besar, dengan spring bed yang gedhe, meja kursi belajar yang lumayan besar, lemari pakaian yang masih terbilang baru.
Hanya saja Ventilasinya menurut saya kurang banyak, walaupun sudah ada dua jendela kecil di atas dan satu jendela besar, ya.. karena letak kamarnya di belakang..jadi jendelanya tidak berhadapan dengan dunia luar. Ada satu lagi yang kurang, di sini tidak ada kompor gas, jadi saya tak bisa memasak. Hikhik.
Kamar mandi di luar, satu kamar mandi share untuk dua kamar. Kamar mandi nya juga luas.
Dengan harga 450.000 + 25000 (karena saya masak nasi sendiri, karena magic com inilah bawa 2 koper :P) + 7 ribu uang cakalang (saya ngga mudeng apa ini, yang jelas Bu rai Bilang begitu) total uang kos per bulannya adalah 482.000.intinya setengah juta untuk biaya kos per bulan masih kembali 18000 lah. Syukurlah saya dapat jatah dari beasiswa-nya. Jadi uang jatah per bulan insyaAllah cukuplah untuk makan dan bayar kos-kosan. Kalau tambah keperluan lain, nggak jamin ini bisa mencukupi. Hoho.
Kos-kosan saya ini adalah dua rumah besar yang jadi satu. Pemiliknya Bu Raid an Bu Agung. Keduanya adalahsaudara sepupu, sore ini kebetulan saya sempat ngobrol sama beliau berdua. Melihat keduanya begitu akur, saya fikir mereka adalah adik kakak.
Sebenarnya, sebuah keajaiban juga saya mendapatkan kos yang hanya 3 menit dari I/A/L/F ini. Ceritanya begini. Jauh hari sekitar 3 bulan sebelumnya, pas ketika saya dapat pengumuman lolos beasiswa dan dapat informasi pelatihan di Bali, saya kontak Mbak Laila, Alumni beasiswa yang sama tahun sebelumnya. Dari beliau, saya segera diminta untuk kontak I/A/L/F Bali dan minta list kos-kosan. Akhirnya, tak berapa lama saya kontak kos-kosan tersebut. Ada banyak List, saya kontak satu per satu. Mulai dari yang harganya paling Murah (350.000  standar Bali) hingga yang harganya di atas satu juta. Hampir semua kos-kosan bilang kalau masih penuh. Beberapa bilang kalau nanti bulan mei baru ada yang kosong. Akhirnya saya tinggalkan no Hp saya agar bisa dihubungi jika ada yang kosong.
Saya tidak menyangka, tepat awal mei (Saya mulai Kos pertengahan Juni ) saya di telpon oleh Bu Rai, memastikan apakah saya jadi kos di tempat beliau, karena sudah banyak yang menghubungi beliau di bulan Mei, tapi beliau masih mencatat nama saya sebagai yang Booking lebih dulu. Ditambah lagi ada yang bernama sama dengan saya tapi dari Kalimantan. Untunglah bu Rai telepon saya untuk memastikan. Saya tidak perlu susah-susah telepon kos-kosan lain karena Alhamdulillah sekali dapat kos yang tidak terlalu mahal (ukuran kos Bali), dengan fasilitas yang saya sudah tahu persis karena juga sudah ada di list kamar kos yang dikirim oleh I/A/L/F.
Terakhir saya tahu kalau teman-teman banyak yang pada belum dapat kos, kalaupun dapat lokasinya jauh dari I/A/L/F. ada temen yang dapat kos dengan kamar kosongan (nggak ada furniture, bed atau apapun) letak lumayan jauh ternyata harganya 600.000/ bulannya.
Kamis Sore, setelah istirahat sebentar, saya memutuskan untuk jalan-jalan.
Ini adalah kali ke dua saya di Bali setelah akhir tahun 2010 saya mendapatkan panggilan untuk belajar CLIL (Content language Integrated Learning) yang saya tulis di SINI (sebenarnya saat itu akhir tahun kuliah saya program profesi Ners, ehh Alhamdulillah waktu nunggu saat wisuda saya lolos buat kerja di UNDIP, terus pas ikutan seleksi CLIL..ehhh lolos.. Jadinya saya nggak ikut wisuda karena dikirim buat wakilin UNDIP ke Bali). Jadi wilayah ini tidak asing bagi saya walaupun dulu saat pelatihan itu saya di antar jemput mobil hotel dan tinggal di FAVE HOTEL selama sebulan dengan uang saku yang lumayan gedhe :D.
Saya jalan-jalan nggak jauh dari Kos mengingat matahari sudah hampir tenggelam. Saya ke mall Ramayana membeli beberapa perlengkapan seperti sendok, piring, detergen, air minum, beras untuk dimasak, perlatan mandi, dan sebagainya yang dianggap perlu.
Setelahnya, saya duduk-duduk di teras depan kos saya, menikmati udara sore di Bali, melihat halaman kos yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga dan tentu saja tempat ritual sembahyang.
Di Kos kami ada 10 kamar. Dengan jumlah penghuni kos ada 11 (karena kamar di sebelah saya adalah kamar suami istri), depan kamar saya kamar Bapak-Bapak, dan lainnya saya belum kenal.
Waktu di Bali adalah WITA (Waktu Indonesia Tengah), jadi lebih cepat satu jam dibandingkan di Jawa, tapi suasana jam 6 di Bali hampir sama dengan suasana jam 6 WIB.

Adzan sangat jarang terdengar. Saya baru mendengar Adzan satu kali saat subuh (itupun samar-samar) dan terdengar saat saya selesai salat subuh. Bayangkan saja, adzan subuh baru berkumandang jam 5.25 WITA (4.20 WIB), terpaksa akhirnya saya shalat ulang.
Hari Jumat adalah hari pertama saya mengunjungi I/A/L/F. wilayah ini sudah tidak asing, jadi saya santai aja ke RC (Resource Center/ Perpustakaan), akhirnya bisa Online juga. Saya sengaja tidak ada modem khusus karena kebetulan HP saya bisa mendukung aktitas online saya, jadi tidak perlu ada Modem. Toh besok-besok saya akan sering d I/A/L/F jadi bisa memanfaatkan sarana online di sana.
Hari Sabtu,
Baru siang hari saya mengunjungi I/A/L/F, seharusnya tidak ke sana, tapi kak Arif Supam W sms katanya beliau sedang di I/A/L/F siang ini, jadi kami bisa bertemu. Kak Arif adalah alumni beasiswa IELSP (Indonesia English Language Study Program), sama seperti saya. Jadi saatnya reunion setelah saya cancel untuk menghadiri acara IYF (international Youth Forum) Toraja yang kebetulan saat itu kak Arif jadi EO-nya. Eeh..ternyata malah bisa ketemuan di Bali. Syukurlah ketemu alumni IELSP = ketemu keluarga.
Minggu Pagi, seperti sabtu pagi kemaren, saya ke pasar. Di depan Ramayan kebetulan kalau pagi ada pasar (kata Bu Agung), jadi saatnya cari jajan pasar dan Buah. Harga jeruk satu kilo Cuma 6ribu. Murah kan. :D
Intinya, beberapa hari ini sebelum kelas resmi dimulai hari senin besok (adalah hari yang membosankan  kalau hanya stay di dalam kamar) tapi akan terasa menyenangkan kalau hang out keluar kamar buat jalan-jalan.
Yeah karena ini adalah JOURNEY of LOVE, jadi harus dimanfaatkan.

okey Guys.
ini aktifitas di Alula besar bersama dengan teman-teman :)

Abis itu kami akan dibagi jadi dua kelas. Jadi per kelasnya nanti ada 13 orang.. senangnya :D







Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANJI ALLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG TIDAK BERIMAN

PROSES PEMBUATAN TEMPE AL-AMAN (COCOK UNTUK NEGARA 4 MUSIM).

MINYAK KAPAK - TRADISI KELUARGA..TAPI BUKAN DI DALAM BUS