THE END

Lagi-lagi...Langit-langit Adelaide masih galau... menawarkan warna gelapnya untuk kami.  
Ufuk barat bagaikan seonggok kain lusuh yang siap menawarkan bau apek. 
Gelap, pekat, keruh, lusuh, basah.

Hujan adalah kucuran nikmat dari Illahi rabbi, tapi saja suasana seperti ini menjadi hal yang tak bisa dihindari.
Lagi-lagi, ini masalah klise. 

Perpisahan IAP.


Pagi yang basah dengan celupan embun mengantarkanku pada nuansa dingin yang tidak sama seperti biasanya. 
Terasa sekali saat kuinjakkan kaki di lapangan rumput hijau di Sturt North, 
Seolah banyak tanah gelap, lembab yang ingin menempel pada sepatu merah putihku yang sudah mulai lusuh.

Bagaimanapun, sesi pagi ini adalah salah satu hobiku. PRESENTASI. 
Diminta berkali-kali presentasi, rasanya aku akan senang saja, 
sebagaimana jika aku ditawari menulis
dengan senang hati setinggi bulan, aku akan mengerjakannya dengan tanpa beban.

Sebagaimana yang aku prediksi. 
presentasiku berjalan sesuai target. Alhamdulillah, Lagi-lagi, Allah yang memudahkan dan memberiku kelancaran.
I LOVE IT.

Ya, Sebagaimana sesi presentasi berakhir, waktu pagi mulai tergeser dan tergulung rapat oleh siang hari yang mulai terik. 

Inilah saat yang di satu sisi akan memberi kesan, di sisi lain akan membuat kerinduan. Bagaimanapun, mengenal mereka di IAP adalah sebuah anugerah.

Aku bisa bertemu dengan teman-teman dari beberapa negara, Mongolia, Vietnam, Lao, Ruwanda, Sri Lanka. 
Aku mendapatkan pertanyaan seputar Islam dari teman-teman yang belum tahu dan belum mengenal islam.
Ada yang bertanya tentang jilbabku, ada yang bertanya tentang Cadar yang seringkali mereka lihat ketika bertemu dengan orang-orang Saudi Arabia.
Ada juga yang bertanya tentang saat di mana aku membuka jilbab..

Pertanyaan sederhana yang perlu jawaban yang sederhana pula, untuk hal seperti ini, tidak perlu pakai hadis dan sebagainya, cukup beri penjelasan singkat dan mudah di terima.
andalanku adalah "There are stated in the Holy Qur'an, and we need to obey them", ^_^

Aku akan ingat dengan si Huang, yang setiap kali bertemu denganku selalu memanggilku "Professor Indri". Luchu ya,..Amin saja, semoga bisa menjadi professor shalehah dunia dan akhirat. 

Atau si Tuan (nama Vietnam) yang aku biasa memanggilnya MASTER, karena namanya itu punya makna khusus dalam bahasa indonesia. TUAN.

Atau si Vi yang sering bilang," I always happy to see you.. just sit here beside me!"

Atau si Lan, yang usianya sama denganku, 26. dia bilang "My mom loves your smile, when she saw our photo  last night, she said that your smile is such pure and honest smile" katanya..Membuatku semakin mudah berinteraksi dengan mereka.

Atau hal-hal lain yang terlalu berlebihan.. padahal sejatinya sama saja.. semua karena satu hal.
Lagi-lagi karena PERSAHABATAN. 
I love it. ^_^



Komentar

Pos populer dari blog ini

JEJAK LANGKAH KAKI LELAKIKU

PROSES PEMBUATAN TEMPE AL-AMAN (COCOK UNTUK NEGARA 4 MUSIM).

MINYAK KAPAK - TRADISI KELUARGA..TAPI BUKAN DI DALAM BUS