3 PERKARA - 1st EPISODE


Dear All,



Begitu banyaknya pertolongan Allah yang kita tak bisa menghitungnya... Subhanallah. Begitu pula dengan pengalaman saya yang saya nilai sebagai teguran, dan pertolongan serta keajaiban Allah.

dan saya akan menuliskan 3 rangkaian kisah sederhana yang menjadi pembelajaran luar biasa bagi saya dalam satu minggu.

PERKARA 1. Tas Johar

kasus ini terjadi ketika hari minggu saya berangkat bersama adik saya ke Pasar Johar. Niatnya ni saya mau benerin jam tangan saya di pasar seribu rupa ini, sekalian belanja banyak keperluan termasuk titipan anak anak wisma. lumayan, murah soalnya. selain itu, kebutuhan apapun bisa kita dapatkan dengan murah, asal bisa menawar di pasar ini.

setelah menjemput adek saya di kosnya, kamipun menelusuri pasar johar. tujuan saya cuma beli dua produk yang gampang ditemukan. benerin jam tangan n beli sepatu yang sedikit feminim, hehe.. ni untuk tujuan formal yang simple.

yang banyak adalah list titipan teman. Niken pesen 8 rupa slayer warna hijau yang senada (saya sudah cari dari satu tempat ke yang lain dan sulit menemukan 8 yang sama), akhirnya setelah beberapa waktu, dapat juga. berikutnya mencari sepatu karet 3 macam, titipan si Dewi. warna putih, hitam dan abu-abu. akhirnya setelah muter, dapat lengkap dari tempat yang berbeda-beda. selanjutnya mencari lampu badai titipan si Niken juga, aku dan adik menuju pojok paling utara pasar johar, dan karena bawaan saya lumayan banyak, adek membantu saya membawakan tas saya. Suasana pasar sangat ramai, penuh berdesak-desakan. Saya dan adik sudah menysuri lantai 1 pasar johar, setelah seseorang memberi petunjuk bahwa penjual lampu badai ada di lantai 2, maka kamipun naik. di lanatai 2 ternyata stok habis, kami di beri petunjuk untuk ke toko seberang pasar johar di sebelah utara. menuju toko Itu, kami kembali melewati jalanan di dalam pasar yang penuh dan berdesakan.
adik saya berjalan di belakang saya pas..tas saya ia pegang erat. begitu juga dengan barang bawaan saya. saya berhati-hati sekali karena suasana begitu penuh sesak.

pkl 11.50
Adzan terdengar berkumandang dari masjid di sebelah selatan pasar Johar. Saya menoleh ke adik dan bilang : "Dek, kita teruskan jalan dulu ya... nanti kalau semua titipan sudah beres, kita sholat" sekalian biar selesai ni titpan-titipan ya." Adik hanya mengiyakan. ia nurut sama saya.

Jam menunjukkan 12.00 siang, kami sekarang sudah di depan toko Eon yang katanya menjual Lampu badai. dan SUBHANALLAH. TUTUP.

kecewa..tentu saja...kami dah jalan jauh dari ujung ke ujung pasar, tapi nihil.

lalu kamipun melanjutkan perjalanan. Sekarang hendak membeli gethuk dan makanan titipan temen kosnya adik.

Jam 12.05.

sampai di depan kios Gethuk, adik berseru "Mbak, Tas Mbak Sobek ya?" katanya polos.
aku santai menjawab, "iya dikit sich dek," kataku tersenyum.

adik lalu menimpali.. "Mbak, ni sobeknya Lebar banget!" katanya.

aku melonjak kaget tapi masih berusaha untuk tenang.

jam 12.10

Sementara itu, ibu-ibu di dekat kami berteriak, "mbak, itu dicopet tasnya! hati-hati kalau di sini, coba dicek dulu mbak, kalau ada yang hilang."

Aku kontan saja terkejut. "Astaghfirullahaladzhim~~~" ucapku tertahan dan masih tetap tenang tersenyum kepada adikku. aku tahu, adikku justru takut dan khawatir jika aku marah padanya. "Adik, duduk sini" kataku tersenyum padanya "biar mbak periksa tasnya."

"Mbak, tadi memang terasa ada yang nyenggol saya di dalamn pasar, tas mbak langsung saya tarik, saya nggak curiga apa-apa soalnya waktu noleh belakang, saya lihat wanita seusia mbak, jd nggak kepikiran kalau tas mbak dirobek seperti ini."

"nggak papa dek, adek duduk sini dulu aja, mbak periksa dalam tas ya... " kataku menenangkan diri. aku lebih khawatir dengan adikku yang pasti meraa tidak nyaman dan bersalah, jadi aku berusaha menenangkannya. Tapi terus terang ada kecemasan di hati, isi tas itu ada HP saya, dompet saya dan dompet adik, uangnya cash lumayan hampir setengah juta saya bawanya, maklum banyak titipan. ada kartu atm juga. namun saya teringat satu hal penting yang lebih saya khawatirkan dibanding uang dan Hp. Tahukah anda apa itu?
KTP saya.



Why? tentu dear all semua bertanya hal itu.

yah, karena saya minggu depan ada pannggilan tes IELTS di Jogjakarta (beasiswa X) - dan syarat utama untuk identity adalah KTP saya karena di awal saya memang menggunakan no KTP untuk apply. Saya bisa saja menggunakan passport saya untuk kartu identitas, tapi masalahnya identity card yang saya tunjukkan nanti saat IELTS test harus sama dengan yang dulu saya tulis yaitu KTP. jika tidak ada KTP, maka saya tidak bisa mengikuti tes IELTS.

Janjtung saya berdebar keras saat tas saya terima dari adek, saya masih menenangkan adik dan memintanya untuk tenang dan membeli gethuk yang ada di depan kami sementara saya mengecek semua keperluan.

isi tas saya keluarkan satu per satu. Dompet adik, ADA. Hp saya- ada. dompet saya - Alhamdulillah ADA. lalu saya intip ke dalamya Alhamdulillah komplit. masih utuh. Kunci motor Alhamdulillah ada, padahal robekan itu membentuk teorema Phytagoras hampir membagi tas menjadi dua bagian. tapi alhamdulillah semua masih komplit. pas saya selesai mengecek, pesenan Gethuk pun sudah jadi.
"Alhamdulillah semua masih komplit dek, punya mbak dan adik insyaAllah masih lengkap, coba adik cek punya adik ya."
adikku lalu mengecek peralatannya, alhamdulillah mbak, iya masih komplit. Untung Hp adik ia kantongi sendiri, jadi setidaknya tidak dalam list pendataan.

Alhamdulillah juga saya punya tas lipat yang masih ada di dalam tas saya yang robek itu. tas oleh-oleh dari bu Mei saat ke australia itu ternyata sangat berguna di saat seperti ini. jadi semua barang bisa masuk ke tas itu.

terus terang...
Kejadian ini membuat saya tertegun sejenak.

"Dik," kataku halus..
"Iya mbak" adekku.

"Kita shalat dulu Yuk!"

Jam 12.15

"Adikku memandangku" nggak sekalian beli makan mbak?

"Kita shalat dulu. Ini teguran dari Allah." kataku."kita harusnya tadi menyegerakan memenuhi panggilanNya. Kita shalat dulu di masjid seberang ya... nanti sehabis shalat, kita selesaikan semua yang belum." kataku tersenyum kepada adikku yang imut.

"Iya mbak... " kata adik. lagi-lagi ia nurut padaku.

Akhirnya: jam 12.20 kami menuju tempat parkir. dan tepat 20.25 kami sampai di masjid

kami baru shalat jam 12.30..

Aku benar-benar berterimakasih kepada Allah karena telah menegurku dengan cara yang halus. Tas robek tak masalah karena Alhamdulillah semua isi masih komplit.
dan kami belajar hal penting di kala seperti ini.

Allah is the first. yang lain nanti dulu.... Ya Allah, betapa sayangnya engkau kapada Kami sehingga teguranmu masih halus. kami tak bisa bayangkan jika isi tas kami ra'ib. Maha besar Engkau ya Allah. :)






Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANJI ALLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG TIDAK BERIMAN

PROSES PEMBUATAN TEMPE AL-AMAN (COCOK UNTUK NEGARA 4 MUSIM).

MINYAK KAPAK - TRADISI KELUARGA..TAPI BUKAN DI DALAM BUS