TIGA EPISODE SILATURAHIM

TIGA EPISODE SILATURAHIM

"Bismillahirrahmanirrahim. semoga setiap huruf yang saya tulis senantiasa dihitung ibadah oleh Allah. Saya niatkan bismillah, menulis untuk mencari ridho Allah dan berbagi informasi untuk sahabat semua.  Semoga Allah senantiasa menjaga niat saya dan semoga informasi yang saya tulis bisa bermanfaat. amin."


Dear matess, 

Karena posisi saya sekarang sudah menempati bedford park, maka perlu silaturahim ke tetangga-tetangga terdekat. Dan ada hal menarik yang saya dapatkan, semoga dengan berbagi, bisa semakin menguatkan hati kita untuk senantiasa bersaudara dengan siapapun itu. Saya teringat sebuah hadist.


Dari Abu Ayyub Al Anshari radliallahu ‘anhu bahwa seorang laki-laki berkata; "Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke surga." Orang-orang pun berkata; "Ada apa dengan orang ini, ada apa dengan orang ini." Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Biarkanlah urusan orang ini." Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melanjutkan sabdanya: "Kamu beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya, menegakkan shalat, dan membayar zakat serta menjalin tali silaturrahim." Abu Ayyub berkata; "Ketika itu beliau berada di atas kendaraannya." (HR. Bukhari)

Beberapa poin tersebut di atas sebenarnya menjadi sebuah hal yang sangat penting, apalagi sekarang ini sedang bulan ramadhan, poin-poin seperti menegakkan shalat, membayar zakat dan silaturahim menjadi sesuatu yang semakin menambah amalan kita dihadapan Allah. 

Semuanya di awali dengan niat yang baik.
okay, akan saya jelaskan tentang hal-hal menarik yang benar-benar istimewa untuk saya.

EPISODE PERTAMA:

Silaturahim lewat pohon buah Jeruk.

unit yang saya tinggali berada di lantai dua. Setiap kali saya selesai mencuci dan menjemur pakaian di teras samping, pandangan saya tertuju pada pekarangan rumah tetangga yang letaknya persis bersebelahan dengan unit yang saya tinggali. rumahnya hanya terdiri satu lantai, dikelilingi oleh pagar yang agak tinggi. Berhubung unit saya di lantai dua, jadi saya bisa melihat dengan jelas halaman depan, atap rumah, gudang belakang, dan pekarangan luas belakang rumah tersebut. Mata saya selalu saja terpaku pada dua pohon yang tidak begitu tinggi tapi buahnya masyaAllah, banyak sekali. itu pohon jeruk. musim dingin begini pohon jeruk sedang asyik-asyiknya pamer warna buahnya yang segar. Saya penasaran dengan dua buah pohon jeruk itu. satu pohon terlihat begitu rimbun, sedangkan pohon yang satunya tidak begitu rimbun tapi keduanya sama-sama berbuah ranum dan segar. yang mengusik hati saya adalah kondisi buahnya yang berjatuhan. tidak hanya satu dua saja yang jatuh, tapi ada banyakkkkk sekali.. puluhan kali ya...

Itu kan mubazir...menjadi sia-sia dan tidak berguna jika tidak segera di ambil. Apa ruma sebelah ini tidak berpenghuni ya? sudah beberapa hari ketika saya cek kondisi dua pohon jeruk itu, masih tidak ada perubahan, rimbun, ranum, berbuah banyak, dan banyak berjatuhan buahnya. 

Tepat ketika akan ada acara berbuka puasa bersama, mbak Hasni sudah datang di unit saya, begitu keluar rumah, mbak Hasni bertanya: "Indri, kita bawa apa ni ke acara buka puasanya? masak nggak bawa apa-apa ya?"
saya hanya tersenyum. "Sebentar saya mau mampir ke rumah tetangga mbak.. mau minta jeruk." kataku.
"Jeruk apa?"
Aku hanya tersenyum "Daripada mubazir mbak jeruk yang berjatuhan di belakang rumahnya... biar saya minta saja.. hehe"
"Berani kamu?"
"Why not mb? kita hanya bermaksud meminta baik-baik dari pada tidak dimanfaatkan, kalau kita bawa ke buka puasa bersama dan dimakan banyak orang, kan lebih bermanfaat."
"Emang kamu dah kenal?" Mbak Hasni
"Belum... belum pernah lihat orangnya juga.. makanya sekalian biar saya tahu.. kan bertetangga. hehe".
"Eh beneran kamu ndri?"
"Iya mbak.. Bismillah... kalau nggak di kasih juga ngga papa.. yang penting dia tahu kalau dia bertetangga dengan saya. hehe"
"Oke, kutunggu di sii aja ya" mbak Hasni.
"Sip"
Dengan berucap bismillah, semoga Allah memudahkan langkahku, aku menuju rumah tetanggaku itu, halaman depan rumahnya cukup luas, banyak pohon bunga ditata rapi. 
Pintu ku tekan bel-nya. 
Ting Tong... Ting Tong.. (kurang lebih begitu lah bunyi belnya-lupa saya soalnya.. hehe)
dua kali saya tekan bel.. beberapa saat kemudian, seorang pria separuh baya berwajah India dengan raut wajah yang tanpa senyum membuka pintu. kaget dengan kehadiran saya, perempuan yang sama sekali asing baginya. 
Saya tersenyum. 
"Hello."
"Hi." katanya masih tidak tersenyum "Who are you?" siapa kamu" tanyanya masih menahan pintu, hanya membukanya sebagian, tapi saya bisa lihat dengan jelas wajah, tangannya yang dipenuhi perhiasan dan jam tangan juga tampak jelas. raut wajahnya tampak sangar.

kalau ada yang tanya apakah saya deg-degan atau takut saat itu. Alhamdulillah dengan jujur saya bilang. "TIDAK SAMA SEKALI" karena saya sudah ada niat.
"Hi, I am Indri.. I am your new neighbor.. I live in that unit".. kataku sambil menunjuk unit tingkat dua tempatku tinggal. dia masih diam..aku segera melanjutkan. I saw that you have orange trees in the yard behind your house. are they yours?  aku lihat kamu punya pohon jeruk di pekarangan belakang rumah... apakah itu punyamu? tanyaku khawatir kalau lelaki di depanku bukan pemilik rumah. 
"yes, why? kenapa?" masih tidak tersenyum
"May I have some? bolehkah aku minta beberapa? aku lihat banyak sekali berjatuhan.. rather than just in vain... daripada sia-sia."..kataku tersenyum.. "tapi kalau kamu keberatan.. tidak apa" kataku menambahkan.
"sorry, kamu tinggal di unit mana? "
"unit sebelah itu" kataku menunjuk unitku di lantai dua.
"lantai satu atau dua?" tanyanya lagi.
"lantai dua.." kataku tersenyum.
"yang mana? tengah, depan atau belakang? kan ada tiga unit di lantai dua kan?" 
"di lantai dua... di tengah.... setiap kali aku di teras rumah, aku melihat dua pohon jerukmu banyak berbuah dan banyak berjatuhan.. daripada terbuang sia-sia.. aku bermaksud minta beberapa." kataku.."jika kamu izinkan.. tapi sekali lagi, kalau keberatan.. tidak usah nggak papa" kataku..
"Oooo... of course... yess... you cann have some...".katanya.
"sorry what'is your name? "
"Peter" katanya.
"Kamu lewat samping ya.. aku ambilkan beberapa dari ..kita ketemu di belakang.. katanya.
"ok" kataku.
beberapa waktu kemudian, Peter keluar rumah lewat pintu belakang rumahnya dan membawa beberapa buah jeruk untukku. aku tidak masuk rumahnya, hanya berdiri di dekat pagar belakang rumahnya. ia memberikan sekitar lima buah Jeruk besar dan ranum. 

"kamu ada plastik bag?" tanyanya...
"O.. iya.. ada.. kataku mengeluarkan tas plastik yang ada di tasku." 
"sini biar kuambilkan lagi.. katanya.. dia balik ke dalam rumah dan mengambil banyak buah jeruk, setelah itu keluar dan diberikannya kepadaku. lumayan banyak lho, sekitar dua kiloan jeruk segar. "
"ini semua jeruk dari pohon itu.. masih bagus semua.. saking banyaknya kadang malas ambil." katanya lagi "jadinya ya begitu.. berjatuhan, oya.. kira-kira segini cukup tidak?
"O.. thanks Peter.. ini sudah sangat cukup.. terimakasih sekali. itu unitku.. kataku menunjuk tempat jemuran biasa aku melihat pohon jeruknya dari sana. tepat berada dekat di atas kami berdiri sekarang. 
"Oooo.. Okay.. I See.." katanya 
"Thank you very much" kataku lagi. 
"No worries" katanya... kali ini dengan tersenyum. 

Misi 1 berhasil. ketemu tetangga, dapat jeruk yang dari pada sia-sia... EPISODE 1 selesailah. akan dilanjut eposode 2.. ^_^
Dan akhirnya, saya dan mbak Hasni membawa jeruk itu ke acara buka puasa bersama di tetangga sebelah rumah saya yang lain, rumah pak Sentot dan bu Nur ^_^ Alhamdulillah bermanfaat. 

EPISODE DUA insyaAllah akan berjudul : REMONISASI bukan REMUNERASI 

____________________
berikut gambar pohon jeruk tersebut. sebenarnya ini gambar yang saya dapat dari link internet sebagaimana saya cantumkan karena untuk mengambil photo dan Upload gambar langsung dari rumah Peter, saya harus minta izin dulu ke Peter, jadi pakai gambar ini aja ya.. setidaknya bisa memberi gambaran ^_^, linknya dari SINI 



 ini gambar dari SINI









Komentar

Pos populer dari blog ini

JEJAK LANGKAH KAKI LELAKIKU

PROSES PEMBUATAN TEMPE AL-AMAN (COCOK UNTUK NEGARA 4 MUSIM).

MINYAK KAPAK - TRADISI KELUARGA..TAPI BUKAN DI DALAM BUS